BEKASI, Jawa Pos Radar Madiun – Dampak tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, meluas ke operasional perjalanan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan penanganan difokuskan pada evakuasi dan keselamatan penumpang.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari menyampaikan, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Saat ini kami fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujarnya.
Penanganan kini diprioritaskan kepada penumpang KRL yang terdampak.
Sejumlah korban telah dirujuk ke rumah sakit sekitar lokasi, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai Basarnas, TNI, Polri hingga tim medis yang bergerak cepat di lokasi kejadian.
KAI juga menyampaikan duka mendalam sekaligus permohonan maaf kepada pelanggan atas insiden tersebut.
“Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga dan terus berkoordinasi agar penanganan berjalan optimal,” imbuh Tohari.
Imbas kejadian itu, KAI melakukan penyesuaian pola operasi. Seluruh perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses evakuasi.
Selain itu, dua perjalanan kereta dari wilayah Daop 7 Madiun dibatalkan pada Selasa (28/4). Yakni KA Madiun Jaya relasi Madiun–Pasarsenen dan KA Singasari relasi Blitar–Pasarsenen.
KAI memastikan penumpang yang terdampak pembatalan dapat melakukan refund tiket sebesar 100 persen di stasiun keberangkatan.
Layanan pembatalan diberikan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan.
Hingga kini, penanganan di lokasi masih berlangsung. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. (her)
Editor : Hengky Ristanto