Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

UBHM Madiun Gelar Sumpah 20 Apoteker, Cetak Lulusan Berkompetensi Unggul di Dunia Kerja

Archi • Selasa, 28 April 2026 | 10:59 WIB
GENERASI UNGGUL: Rektor UBHM Madiun Retno Widiarini menyerahkan langsung SK Sumpah Profesi Apoteker kepada semua mahasiswa yang di sumpah. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
GENERASI UNGGUL: Rektor UBHM Madiun Retno Widiarini menyerahkan langsung SK Sumpah Profesi Apoteker kepada semua mahasiswa yang di sumpah. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun – Universitas Bhakti Husada Mulia (UBHM) Madiun menyumpah 20 apoteker baru angkatan II tahun 2026, Selasa (28/4). Prosesi digelar di Hotel Mercure Madiun.

Rektor UBHM Retno Widiarini mengatakan, sumpah profesi menjadi penanda resmi lulusan memasuki dunia kerja.

’’Hari ini kami melaksanakan sumpah profesi apoteker sebagai penanda mereka siap terjun ke dunia kerja,’’ ujarnya.

Menurut dia, seluruh lulusan telah menuntaskan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di lima bidang. Yakni rumah sakit, apotek, distribusi farmasi, industri farmasi, dan puskesmas.

’’Mereka sudah melewati seluruh tahapan dengan standar kompetensi ketat,’’ tegasnya.

Selain itu, para lulusan juga telah mengikuti Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Apoteker (UKOMNAS PDPA) secara nasional. Rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) angkatan ini mencapai 3,72. 

KHIDMAT: UBHM Madiun gelar sumpah 20 apoteker baru angkatan II tahun 2026 di Hotel Mercure Madiun. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
KHIDMAT: UBHM Madiun gelar sumpah 20 apoteker baru angkatan II tahun 2026 di Hotel Mercure Madiun. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Predikat lulusan terbaik diraih Mohamad Afif Rahmadhi dengan IPK 3,92. Sedangkan nilai UKOMNAS tertinggi diraih Galuh Nugrahenny dengan skor 85.

Retno berharap lulusan mampu menjadi apoteker profesional sekaligus agen perubahan di era industri 5.0.

’’Kami berharap mereka mampu berkontribusi nyata di masyarakat,’’ jelasnya.

Sementara itu, Afif mengaku proses pendidikan profesi tidak mudah. Dia harus membagi waktu antara praktik dan belajar intensif.

’’Pengalaman PKPA sangat membantu membentuk kompetensi,’’ katanya.

Di sisi lain, Galuh menekankan pentingnya konsistensi belajar selama menjalani pendidikan profesi. ’’Kuncinya disiplin dan strategi belajar yang tepat,’’ ujarnya. (chi/her/*)

Editor : Mizan Ahsani
#universitas bhakti husada mulia #ubhm #madiun #apoteker