Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Minyak Goreng di Madiun Naik Gila-gilaan, Omzet Pedagang Anjlok

Erlita H • Jumat, 1 Mei 2026 | 18:30 WIB
HARGA NAIK: Minyak goreng di Pasar Besar Madiun mengalami kenaikan signifikan pascalebaran, berdampak pada penurunan omzet pedagang. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
HARGA NAIK: Minyak goreng di Pasar Besar Madiun mengalami kenaikan signifikan pascalebaran, berdampak pada penurunan omzet pedagang. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Harga minyak goreng di Kota Madiun melonjak usai Lebaran.

Kenaikan hingga Rp 5 ribu per kilogram memukul omzet pedagang di Pasar Besar Madiun (PBM).

Pedagang peracangan Sunarti menyebut, harga migor curah kini tembus Rp 23 ribu per kilogram.

Sebelumnya masih di kisaran Rp 18–19 ribu.

“Saya ambil Rp 21 ribu, jual Rp 23 ribu. Naiknya setelah Lebaran,” ujarnya, Jumat (1/5).

Lonjakan harga berdampak langsung pada daya beli. Penjualan harian turun hampir separuh.

Dari sebelumnya bisa mencapai 38 kilogram, kini hanya sekitar 19 kilogram.

“Sekarang paling satu dirigen. Dulu bisa dua,” jelasnya.

Kenaikan juga terjadi pada migor kemasan.

Pedagang lain, Chesya Jasmin, menyebut harga merek Fortune ukuran satu liter naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 22 ribu.

Sementara Sanco kini berada di kisaran Rp 23–25 ribu per liter.

Untuk migor curah, lonjakan lebih tajam. Dari Rp 18 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Produk kemasan kecil juga ikut naik.

“Fitri 400 mililiter dari Rp 9 ribu jadi Rp 11 ribu,” ungkapnya.

Di sisi lain, pasokan MinyaKita masih tersedia tiap satu hingga dua pekan dengan harga Rp 15.700 per liter.

Namun, pembelian kerap disertai syarat tambahan.

“Kadang harus beli barang lain seperti beras,” imbuhnya.

Pedagang menilai kenaikan dipicu faktor global. Mulai konflik geopolitik hingga naiknya biaya bahan baku dan kemasan.

Dampaknya, aktivitas pasar kian lesu. Sebagian konsumen beralih ke pedagang pinggir jalan hingga belanja daring.

“Pembeli banyak yang pindah. Pasar jadi sepi,” tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#harga minyak goreng Madiun #migor naik 2026 #daya beli masyarakat #harga sembako naik #Pasar Besar Madiun