Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kampung Proklim Madiun Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai, Tembus Level Internasional

Hengky Ristanto • Sabtu, 2 Mei 2026 | 11:21 WIB
KELOLA SAMPAH: Warga Pesanggrahan, Madiun, mengolah limbah menjadi produk bernilai melalui Program Kampung Iklim.
KELOLA SAMPAH: Warga Pesanggrahan, Madiun, mengolah limbah menjadi produk bernilai melalui Program Kampung Iklim.

Jawa Pos Radar Madiun – Pengelolaan sampah berbasis warga di Pesanggrahan, Kelurahan Taman, Kota Madiun, berkembang menjadi gerakan kolektif.

Program Kampung Iklim (Proklim) setempat mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai.

Warga, terutama perempuan, mengolah sampah organik dan anorganik menjadi kompos, ecoenzym, ecobrick, hingga kerajinan.

Kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi.

Program ini turut menjadi lokasi pembelajaran mahasiswa Pascasarjana Program Studi Penyuluhan Pembangunan Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

Ketua Proklim Pesanggrahan Kurnia Fidia Wati mengatakan, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program.

“Kolaborasi antara masyarakat, perusahaan, dan akademisi menjadi kekuatan dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas warga,” ujarnya.

Ketua Prodi Pascasarjana Penyuluhan Pembangunan UNS Hanifah Ihsaniyati menyebut, pembelajaran lapangan memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa.

Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat praktik pemberdayaan masyarakat secara langsung.

Mahasiswa peserta KKL Deni S. Ramadhan menilai, perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil berbasis komunitas.

Kolaborasi dinilai mampu menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan dan sosial.

Program tersebut mendapat pendampingan dari Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Madiun.

Perusahaan mendukung berbagai inisiatif lingkungan berbasis masyarakat.

Fuel Terminal Manager Madiun Kadek Dwi Ariyanto mengapresiasi konsistensi kelompok Proklim.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga mendapat pengakuan internasional.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan, program tanggung jawab sosial perusahaan diarahkan pada pemberdayaan berkelanjutan.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk membangun kemandirian masyarakat. (her)

Editor : Hengky Ristanto
#proklim madiun #pengelolaan sampah warga #kampung iklim Indonesia #Pertamina CSR #pemberdayaan masyarakat