Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Minyak Goreng di Madiun Naik, Dipicu Kenaikan Biaya Plastik

Erlita H • Minggu, 3 Mei 2026 | 16:00 WIB
Harga minyak goreng kemasan di Madiun naik seiring meningkatnya biaya bahan baku plastik, sementara pasokan tetap aman. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Harga minyak goreng kemasan di Madiun naik seiring meningkatnya biaya bahan baku plastik, sementara pasokan tetap aman. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Harga minyak goreng (migor) di Kota Madiun merangkak naik dalam satu hingga dua bulan terakhir.

Kenaikan terjadi pada produk kemasan hingga curah.

Meski begitu, pasokan dipastikan aman dan harga migor rakyat masih sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun mencatat, lonjakan harga dipicu naiknya biaya bahan baku plastik untuk kemasan.

Saat ini, minyak kemasan satu liter dibanderol sekitar Rp22 ribu untuk merek Fortune dan Rp23–25 ribu untuk Sanco.

Baca Juga: MinyaKita Langka di Ngawi, Bulog Akui Pasokan Seret dan Baru Terima 35 Persen

Sementara migor curah berada di kisaran Rp23–25 ribu per kilogram.

Kabid Usaha Perdagangan Disdag Kota Madiun Siti Nurjanah mengatakan, pemantauan harga dilakukan setiap hari di tiga pasar tradisional.

Tidak hanya migor, komoditas lain seperti beras, gula, dan cabai juga dipantau untuk mengantisipasi gejolak harga.

“Pergerakan harga kami pantau harian, termasuk migor dan bahan pokok lainnya,” ujarnya, Minggu (3/5).

Untuk migor rakyat, harga masih stabil di angka Rp15.700 per liter sesuai HET.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Naik, UMKM Ngawi Terpaksa Naikkan Harga Jual

Disdag juga memastikan distribusi berjalan lancar dengan dukungan distributor seperti PPI, Bulog, dan RNI, sehingga stok tetap terjaga.

Siti menegaskan, tidak ditemukan praktik pembelian bersyarat di lapangan.

“Pembelian tetap dilayani normal tanpa syarat tambahan,” katanya.

Di sisi lain, aktivitas pasar tradisional cenderung sepi pada siang hari.

Kondisi itu dinilai sebagai pola umum karena mayoritas warga berbelanja pada pagi hari.

Selain itu, kehadiran toko modern, pedagang sayur keliling, hingga toko 24 jam turut menggerus kunjungan ke pasar.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Madiun Naik Gila-gilaan, Omzet Pedagang Anjlok

Upaya menghidupkan pasar terus dilakukan.

Disdag mendorong gerakan kembali ke pasar melalui kampanye dan promosi, sekaligus memperbarui data harga harian.

Terkait kemungkinan operasi pasar, Siti menyebut belum ada rencana dalam waktu dekat.

Pertimbangannya, harga masih relatif terkendali dan pasokan mencukupi.

“Masyarakat diimbau berbelanja sesuai kebutuhan dan mulai mengurangi penggunaan plastik,” tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#migor Madiun #kenaikan harga migor #minyak kemasan mahal #harga minyak goreng #disdag madiun