Jawa Pos Radar Madiun – Kejuaraan Kota (Kejurkot) Pencak Silat Kota Madiun dimanfaatkan sebagai ajang seleksi menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).
Sebanyak 167 pesilat dari jenjang SD, SMP, hingga SMA turun gelanggang di GOR Wilis, 1–3 Mei.
Kategori yang dipertandingkan beragam. Untuk tingkat SD dan SMP meliputi jurus tunggal tangan kosong serta tanding kelas B dan C.
Sementara tingkat SMA mempertandingkan tanding kelas B, C, D, dan E, ditambah jurus tunggal IPSI serta nomor ganda.
Baca Juga: 137 Atlet Catur Ikuti Kejurkot Madiun 2026, Persiapan Menuju Kejurprov Jatim
Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Madiun, Gatot Suhartono, mengatakan kejurkot menjadi wadah pembinaan sekaligus pemetaan atlet potensial.
“Sebagai ajang pemanasan O2SN mulai SD sampai SMA, sekaligus pemantauan atlet,” ujarnya, kemarin (3/5).
Dari kejuaraan ini, IPSI akan menjaring atlet terbaik di tiap kategori untuk dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur pada Mei ini.
Selain itu, kejurkot juga menjadi bagian dari persiapan Popda XIV Jawa Timur akhir tahun mendatang.
IPSI Kota Madiun menargetkan hasil maksimal di kejurprov dengan raihan satu hingga dua medali emas.
Baca Juga: 16 Atlet MMA Kota Madiun Bidik 4 Emas di Kejuaraan Jatim 2026
Sementara pada Popda, capaian diharapkan meningkat dari dua medali perunggu yang diraih sebelumnya.
“Harapan kami nanti Popda bisa meningkat, minimal perak,” imbuh Gatot.
Dia menambahkan, peluang atlet Madiun menembus level lebih tinggi tetap terbuka.
Namun, harus melalui tahapan berjenjang mulai dari daerah hingga nasional sebelum melangkah ke tingkat internasional.
“Nanti dilihat hasilnya. Kalau memang bagus bisa saja ke level internasional,” katanya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto