Jawa Pos Radar Madiun – Pembentukan ekosistem halal mulai didorong di Kota Madiun.
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jawa Timur menilai konsep tersebut strategis untuk memperkuat promosi UMKM sekaligus memudahkan masyarakat mengakses produk bersertifikat halal.
Kepala BPJPH Jatim, M. Fauzi, menyebut kawasan halal tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga fasilitas penunjang yang terjamin kehalalannya.
Mulai tempat ibadah, sanitasi, hingga pusat konsultasi sertifikasi.
“Kami hargai pelaku UMKM, kami berikan fasilitas berupa tempat penjualan sekaligus promosi produk,” ujarnya, Senin (4/5).
Menurut Fauzi, Kota Madiun memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekosistem tersebut.
Salah satu penopangnya adalah wisata religi di Pahlawan Religi Center (PRC), yang dilengkapi miniatur Kakbah.
Konsep ini dinilai mampu menarik kunjungan wisatawan luar daerah, terlebih jika dipadukan dengan pusat penjualan produk halal masyarakat.
“Selain wisata religi, tersedia produk UMKM bersertifikat halal. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.
Di Jawa Timur, beberapa daerah telah lebih dulu menerapkan konsep serupa.
Di antaranya kawasan sekitar masjid di Sampang serta wisata Balekambang di Kabupaten Malang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyatakan siap menindaklanjuti rencana tersebut.
Pemkot akan mempercepat pembahasan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan BPJPH Jatim.
“Kami minta OPD terkait untuk studi banding ke daerah yang sudah lebih dulu menerapkan,” ujarnya.
Pemkot juga menyiapkan konsep awal penempatan kawasan halal, salah satunya di kawasan PRC.
Potensi wisatawan, khususnya rombongan pengajian, dinilai bisa dikembangkan menjadi paket wisata religi berbasis produk halal.
“Masih trial, nanti akan kami kembangkan,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto