Jawa Pos Radar Madiun – Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Kota Madiun kembali digelar.
Ajang tahunan ini menjadi momentum seleksi sekaligus pembinaan untuk menembus level nasional, terutama di cabang solo vokal.
Koordinator FLS3N Kota Madiun, Natalia Ade Desanti, menyebut target tahun ini adalah melampaui capaian sebelumnya.
Pada 2024, Kota Madiun sempat menembus tingkat nasional, namun tahun lalu turun di posisi juara dua tingkat Jawa Timur.
“Harapannya bisa kembali tembus nasional. Kami optimistis dengan kualitas peserta tahun ini,” ujarnya, kemarin (4/5).
Baca Juga: Kekurangan 138 Tenaga Pendidik, Dindik Madiun Alihkan Guru TK ke SD
Pelaksanaan FLS3N berlangsung selama empat hari, 4–7 Mei, dengan berbagai cabang lomba seni dan sastra.
Untuk jenjang SMP, terdapat delapan cabang lomba. Di antaranya solo vokal, gambar ilustrasi, menulis cerita, dongeng, pantomim, ansambel, kreativitas musik tradisi, dan tari kreasi.
Sementara itu, jenjang SD mempertandingkan enam cabang, yakni gambar bercerita, seni kriya, solo vokal, dongeng, pantomim, dan tari.
Total peserta tahun ini mencapai 518 siswa, masing-masing 259 siswa SD dan 259 siswa SMP.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 10–20 persen dibanding tahun lalu. Bahkan, cabang dongeng SD mengalami lonjakan hingga dua kali lipat.
Baca Juga: Krisis Guru di Kota Madiun Kian Kompleks, HKPD Jadi Tantangan
Menurut Ade, kualitas peserta juga mengalami peningkatan signifikan, terutama dalam pemanfaatan teknologi.
Kemampuan ilustrasi digital menjadi salah satu keunggulan peserta saat ini.
“Anak-anak sekarang luar biasa. Keterampilan digital mereka berkembang pesat dan menjadi nilai tambah,” jelasnya.
Pembinaan intensif dari guru serta dukungan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas tersebut.
Proses seleksi juga dilakukan ketat dengan melibatkan juri dari kalangan akademisi, seniman, hingga praktisi pendidikan.
Peserta terbaik nantinya akan mewakili Kota Madiun ke tingkat provinsi hingga nasional.
“Kami berharap bisa membawa nama daerah hingga nasional,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto