MADINAH – Pelayanan haji tahun ini dipastikan lebih ramah bagi jemaah lansia dan disabilitas.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memperketat fasilitas dan sistem pendampingan guna menekan risiko kesehatan selama ibadah.
Petugas PPIH asal Madiun, Miftahul Huda, menyebut pemerintah menargetkan penurunan risiko tinggi hingga angka kematian calon jemaah haji (CJH).
“Fasilitas kami sesuaikan dengan kebutuhan lansia dan disabilitas, mulai kamar mandi hingga transportasi,” ujarnya, Selasa (5/6).
Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Madinah, Jemaah Haji Madiun Batasi Aktivitas
Audit fasilitas dilakukan di hotel, meliputi kamar mandi, lift, hingga kendaraan.
Selain itu, disiapkan bus salawat dan mobil khusus bagi jemaah lansia.
Pada 2026, PPIH juga menghadirkan sejumlah inovasi layanan.
Di antaranya tim fast track untuk penanganan khusus serta tim pertolongan pertama yang disiagakan di titik rawan jemaah tersesat.
Tak hanya itu, dibentuk pula tim “gendong” untuk membantu lansia yang tidak bisa menggunakan kursi roda, terutama saat menuju Raudhah di Masjid Nabawi.
“Setiap hari kami lakukan visitasi, mulai kebutuhan popok, nutrisi, hingga kondisi kesehatan jemaah,” tambahnya.
Baca Juga: Tiba di Madinah, Jemaah Haji Madiun Langsung Cek Kesehatan dan Verifikasi
PPIH juga telah memetakan data jemaah, termasuk kebutuhan kursi roda.
Setiap hotel diwajibkan menyediakan minimal 10 unit kursi roda serta layanan antar ke Raudhah tanpa biaya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, petugas diminta selalu mengenakan seragam agar mudah dikenali.
Jemaah lansia juga diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi fisik.
“Jemaah harus menyesuaikan aktivitas agar tetap aman selama ibadah,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto