MADINAH – Tahapan penting ibadah haji mulai dijalani calon jemaah haji asal Kota Madiun.
Sebanyak 227 jemaah yang tergabung dalam Kloter SUB 22 bergerak dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib, kemarin (6/5).
Perjalanan dilakukan setelah para jemaah menjalani persiapan intensif sejak pagi hari.
Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi perhatian utama petugas pendamping.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Madiun, Datik Ardiyah, memastikan kondisi jemaah secara umum dalam keadaan sehat sebelum menempuh perjalanan darat sekitar lima jam menuju Makkah.
“Tim kesehatan sudah menyiapkan masker hingga oralit untuk mengantisipasi dehidrasi akibat cuaca panas,” ujarnya.
Saat ini suhu siang hari di Arab Saudi mencapai 37 hingga 42 derajat Celsius.
Karena itu, jemaah diminta menjaga stamina dan memperbanyak konsumsi cairan selama perjalanan maupun saat menjalankan ibadah.
Sebelum memasuki Makkah, rombongan terlebih dahulu singgah di Masjid Bir Ali atau Dzul Hulaifah untuk mengambil miqat dan berniat ihram.
Sementara itu, Ketua Kloter SUB 22, Zainal Arifin, mengatakan seluruh jemaah telah dibekali teknis perjalanan serta tata cara ihram sebelum keberangkatan.
“Setelah salat di Masjid Nabawi, jemaah langsung masuk bus sesuai rombongan dan tidak kembali ke kamar,” jelasnya.
Petugas kloter juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lansia dan berisiko tinggi agar tidak mengalami kelelahan selama perjalanan.
Setibanya di Makkah, jemaah dianjurkan beristirahat terlebih dahulu sebelum menjalankan umrah wajib.
“Mayoritas diperkirakan menjalankan ibadah pada malam hari untuk menghindari teriknya cuaca siang,” ungkap Zainal. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto