Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Dari Jahe hingga Kunyit, Pelajar SMPN 13 Madiun Belajar Racik Jamu di D’jamoe

Erlita H • Jumat, 8 Mei 2026 | 07:55 WIB
Siswa SMPN 13 Madiun belajar meracik jamu tradisional di rumah produksi D’jamoe Madiun dalam kegiatan outdoor learning budaya herbal Nusantara. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Siswa SMPN 13 Madiun belajar meracik jamu tradisional di rumah produksi D’jamoe Madiun dalam kegiatan outdoor learning budaya herbal Nusantara. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Aroma jahe dari kuali tembaga langsung tercium begitu memasuki rumah produksi D’jamoe Madiun di Jalan Ranumenggalan, kemarin (7/5).

Puluhan siswa SMPN 13 Madiun tampak sibuk meracik jamu dalam kegiatan outdoor learning yang mengenalkan warisan herbal Nusantara kepada generasi muda.

Mereka berlomba menciptakan racikan herbal dengan nama-nama kreatif sambil belajar bahan, manfaat, hingga filosofi minuman tradisional tersebut.

Salah satu peserta, Airi Bunga Glaria, mengaku awalnya mengira jamu identik dengan minuman orang tua.

Namun pandangannya berubah setelah mengikuti praktik langsung membuat jamu.

“Awalnya takut rasanya tidak enak, ternyata seru banget,” ujarnya.

Siswi kelas VIII A itu mengatakan dirinya sudah lama tidak minum jamu karena penjual jamu keliling kini semakin jarang ditemui.

“Sekarang jadi tahu manfaat dan bahan-bahannya,” katanya.

Kepala SMPN 13 Madiun, Anik Suyatni, menjelaskan kegiatan yang diikuti 87 siswa tersebut bertujuan mengenalkan warisan budaya sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan kepada pelajar.

Menurut dia, siswa tidak hanya belajar proses produksi jamu, tetapi juga memahami nilai ekonomi hingga pola hidup sehat berbasis bahan alami.

“Harapannya anak-anak mengenal kearifan lokal dan bisa mengembangkan nilai ekonominya,” ujarnya.

Sementara itu, pendiri D’jamoe Madiun, Oktavia Purnawati Wijayaningrum atau akrab disapa Vivie Al Rizky, mengaku prihatin karena jamu mulai ditinggalkan generasi muda.

Karena itu, pihaknya rutin membuka kelas pembuatan jamu untuk pelajar maupun masyarakat umum.

“Kami ingin anak-anak muda kembali mengenal warisan budaya Indonesia. Jangan sampai kalah dengan minuman modern,” katanya.

Vivie menambahkan, bahan jamu yang digunakan berasal dari wilayah Madiun Raya seperti Kabupaten Madiun, Ponorogo, hingga Magetan.

Proses pembuatannya pun masih mempertahankan cara tradisional.

“Supaya mereka tahu bikin jamu itu sebenarnya sederhana dan sehat,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#edukasi budaya #D'jamoe Madiun #herbal nusantara #jamu tradisional #SMPN 13 Madiun