Jawa Pos Radar Madiun – Harga sapi kurban di Kota Madiun mulai merangkak naik menjelang Idul Adha.
Dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku beberapa waktu lalu disebut ikut memengaruhi pasokan ternak sapi di pasaran.
Pemilik Peternakan Sapi Qurban Tapoz Kota Madiun, Samsi, mengatakan harga sapi kurban saat ini rata-rata berkisar Rp 23,5 juta hingga Rp 24,5 juta per ekor.
Menurut dia, kenaikan harga dipengaruhi inflasi serta berkurangnya populasi sapi setelah banyak peternak konvensional beralih memelihara kambing akibat terdampak PMK.
“Petani konvensional yang sapinya kena PMK banyak yang akhirnya menyerah,” ujarnya, Minggu (10/5).
Kondisi tersebut justru membuat populasi kambing meningkat dan berdampak pada penurunan harga kambing di pasaran.
Jika sebelumnya kambing dijual sekitar Rp 3 juta per ekor, kini turun menjadi Rp 2,5 juta hingga Rp 2,7 juta.
Sebaliknya, harga sapi terus naik mengikuti tingginya permintaan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Samsi menjelaskan harga sapi dipengaruhi sejumlah faktor, mulai berat badan, jenis, usia hingga kondisi kesehatan ternak.
Untuk sapi ukuran besar, harga saat ini bahkan bisa mencapai Rp 45 juta hingga Rp 80 juta per ekor.
Sedangkan sapi ukuran sedang atau pedetan dibanderol belasan juta rupiah.
“Yang naik memang sapi yang memenuhi syarat untuk kurban karena momentumnya kebutuhan Idul Adha,” katanya.
Dia memperkirakan harga sapi masih berpotensi naik dalam sepekan hingga 10 hari menjelang Idul Adha.
Mayoritas pembeli berasal dari kelompok arisan kurban maupun masjid.
“Paling banyak dicari kisaran Rp 23 juta sampai Rp 25 juta per ekor,” jelasnya.
Harga tersebut sudah termasuk biaya perawatan dan pakan hingga hari penyembelihan.
Untuk memenuhi kebutuhan stok, Samsi mendatangkan sapi dari sejumlah daerah seperti Plaosan, Gorang-Gareng, Ngawi hingga Nganjuk.
Dia memastikan seluruh ternak rutin dipantau kesehatannya dengan berkoordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
“Kalau ada sapi terlihat kurang sehat langsung kami koordinasikan untuk dicek,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto