Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

SPMB Jatim 2026 Berubah, Jalur Domisili SMA Kini Dibuka Paling Awal

Hengky Ristanto • Senin, 11 Mei 2026 | 06:40 WIB
Kasi SMA/PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Madiun, Canggih Swantaka Yoga Nendi.
Kasi SMA/PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Madiun, Canggih Swantaka Yoga Nendi.

Jawa Pos Radar Madiun – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK di Jawa Timur tahun ajaran 2026/2027 mengalami perubahan signifikan.

Salah satu perubahan utama ialah jalur domisili yang kini dibuka paling awal untuk mencegah kuota sekolah negeri tidak terpenuhi.

Kasi SMA/PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Madiun, Canggih Swantaka Yoga Nendi, mengatakan perubahan tersebut dilakukan setelah evaluasi pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya.

Menurut dia, sejumlah sekolah di wilayah pinggiran seperti Pacitan, Bojonegoro hingga Lumajang kesulitan memenuhi kuota karena jalur domisili dibuka pada tahap akhir.

“Anak-anak dalam satu wilayah sudah banyak diterima di tahap afirmasi dan prestasi. Akibatnya saat domisili dibuka, pendaftarnya tinggal sedikit,” ujarnya, kemarin (10/5).

Karena itu, tahun ini jalur domisili ditempatkan pada tahap pertama agar kuota sekolah lebih cepat terisi sesuai rayon wilayah masing-masing.

Meski menggunakan jalur domisili, pemeringkatan siswa tetap mengacu pada nilai akademik.

Komposisinya terdiri dari 60 persen nilai rapor dan 40 persen Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Canggih menjelaskan penggunaan TKA mengacu pada Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 yang menyebut hasil TKA dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Nilai TKA ini menggantikan indeks sekolah yang dipakai sebelumnya,” katanya.

Namun, ketentuan tersebut hanya berlaku bagi lulusan tahun 2026.

Sedangkan lulusan tahun sebelumnya masih menggunakan indeks sekolah asal karena saat itu TKA belum diterapkan.

Selain jalur domisili, nilai TKA juga dipakai dalam jalur prestasi akademik maupun hasil lomba untuk SMA dan SMK.

“Kalau nilainya sama, baru dilihat jarak rumah, usia yang lebih tua, lalu waktu pendaftaran,” jelasnya.

Perubahan juga dilakukan pada mekanisme pemenuhan kuota.

Jika sebelumnya sisa kuota tiap tahap langsung dialihkan ke tahap berikutnya, kini seluruh sisa kuota akan dikumpulkan dalam jalur pemenuhan kuota tersendiri.

Menurut Canggih, peserta yang bisa mengikuti jalur tersebut merupakan siswa yang sebelumnya mendaftar pada jalur prestasi akademik.

“Jadi sisa tahap satu, dua dan tiga dikumpulkan dulu baru dipakai untuk pemenuhan kuota,” terangnya.

Sementara itu, Cabdindik Jatim Wilayah Madiun juga membenahi sistem pengambilan PIN agar tidak terjadi antrean panjang seperti tahun lalu.

Setiap siswa kini hanya diminta memilih satu sekolah tujuan dari 10 sekolah terdekat berdasarkan domisili.

Sistem kemudian otomatis menentukan jadwal kedatangan siswa untuk pengambilan PIN.

“Sudah diatur hari dan jamnya, jadi tidak menumpuk,” katanya.

Dalam sehari, setiap sekolah dibatasi melayani maksimal 200 siswa dengan dukungan 10 operator pelayanan.

“Insya Allah tahun ini lebih tertata dan tidak terjadi penumpukan,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#SPMB 2026 #SMA Jatim #jalur domisili #cabdindik madiun #Pengambilan PIN