Jawa Pos Radar Madiun – Pengurus Yayasan Dewi Masyithoh mengaku masih kebingungan menjelang rencana eksekusi lahan dan bangunan TK Islam Masyithoh yang dijadwalkan berlangsung besok (12/5).
Hingga H-1 pelaksanaan Senin (11/5), pihak yayasan menyebut belum menerima bantuan relokasi maupun kompensasi.
Pengurus Yayasan Dewi Masyithoh, Aruman Hasmi, mengatakan proses pemindahan barang sebenarnya sudah dilakukan sejak sepekan terakhir setelah pihak yayasan menerima surat eksekusi.
Namun, proses boyongan belum sepenuhnya rampung karena keterbatasan tempat penyimpanan.
“‘Kami sebenarnya masih bingung terkait tempat. Untuk sementara barang hanya dititipkan di tempat pribadi dan rumah salah satu guru,’’ ujarnya.
Menurut dia, yayasan juga belum bisa memastikan nasib kegiatan belajar mengajar setelah proses eksekusi dilakukan.
Pihak sekolah masih mempertimbangkan apakah pembelajaran akan diliburkan sementara atau tetap berjalan di lokasi baru.
“‘Kami juga masih bingung nanti pembelajarannya bagaimana,’’ katanya.
Aruman mengaku kekhawatiran terbesar pihak yayasan adalah keamanan barang-barang sekolah saat proses eksekusi berlangsung.
Sebab, hingga kini masih banyak perlengkapan sekolah yang belum sempat dipindahkan.
Meski demikian, dukungan dari wali murid disebut terus mengalir kepada pihak sekolah.
Bahkan, banyak orang tua siswa menyatakan tetap akan menyekolahkan anaknya di TK Islam Masyithoh meski nantinya harus berpindah lokasi.
“‘Wali murid justru menguatkan kami. Mereka bilang tetap akan bertahan di TK Islam Masyithoh ke mana pun sekolah pindah,’’ ungkapnya.
Terkait kemungkinan adanya penolakan saat eksekusi berlangsung, Aruman menyebut sebagian wali murid dan warga sekitar sempat menyampaikan keinginan melakukan perlawanan.
Namun, pihak yayasan menegaskan tetap akan mengikuti prosedur yang berlaku.
“‘Kalau memang besok (hari ini, Red) harus ada eksekusi ya kami mengikuti prosedur saja,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto