Jawa Pos Radar Madiun – Keterbatasan jumlah juru sembelih halal (juleha) masih menjadi persoalan menjelang Idul Adha di Kota Madiun.
Saat ini tenaga penyembelih bersertifikat baru sekitar 60 orang.
Jumlah tersebut dinilai belum mampu meng-cover sekitar 250 masjid dan musala di Kota Pendekar.
Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun kembali menggelar pelatihan dan penyegaran penyembelihan hewan kurban secara syar’i.
“Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun untuk penyegaran pelatihan penyembelihan syar’i,” ujar Dokter Hewan Muda DKPP Kota Madiun Yeri Anisa kemarin (13/5).
Menurut dia, peserta pelatihan sengaja berganti setiap tahun agar pemahaman tentang penyembelihan halal dapat menjangkau lebih banyak masjid dan musala.
Materi yang diberikan tidak hanya teknik penyembelihan syar’i, tetapi juga kesehatan hewan hingga pengenalan penyakit ternak.
Selain teori, peserta juga mengikuti praktik penyembelihan domba jenis Merino.
“Materi dari dokter hewan tentang kesehatan dan penyakit hewan, dari MUI terkait fikih kurban, dan teknik penyembelihan dari Juleha,” katanya.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat dari Majelis Ulama Indonesia sebagai bukti kompetensi penyembelihan halal.
Namun, jumlah peserta pelatihan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencapai 100 orang.
Pengurangan tersebut disebut sebagai dampak efisiensi anggaran.
Tak hanya jumlah peserta, hewan untuk praktik penyembelihan juga ikut dibatasi.
“Sebelumnya bisa 10–20 unggas. Sekarang kami hanya menyediakan satu ekor domba,” imbuh Yeri. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto