Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan umat Katolik memadati Gereja Paroki Santo Cornelius dalam perayaan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus, Kamis (14/5).
Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat pelayanan, kepedulian sosial, dan kerukunan di tengah kehidupan masyarakat.
Perayaan misa digelar empat kali sejak Rabu malam hingga Kamis malam untuk mengakomodasi membludaknya jemaat.
Pemimpin misa Alexius Dwi Widiatna mengatakan, Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus diperingati 40 hari setelah kebangkitan Yesus Kristus.
Dalam ajaran gereja, peristiwa tersebut dimaknai sebagai pengutusan para murid untuk terus mewartakan Injil dengan penyertaan Roh Kudus.
“Roh Kudus menyertai gereja dalam mewartakan Injil sampai akhir zaman,” ujarnya.
Menurut dia, makna perayaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah di gereja, tetapi juga lewat tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Umat diminta menghadirkan nilai kasih, pelayanan, dan kepedulian sosial di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Murid Kristus diutus untuk berbuat baik dan mewartakan Injil dalam kehidupan,” katanya.
Antusiasme umat terlihat dari penuhnya gereja dalam setiap misa. Sekali ibadah, jumlah jemaat mencapai sekitar 600 hingga 700 orang hingga memenuhi kapasitas gereja.
“Gereja penuh karena umat mengimani Kenaikan Yesus Kristus sebagai hari raya penting,” terang Romo Alexius.
Melalui momentum tersebut, gereja juga mengajak umat memperkuat solidaritas dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Madiun.
“Iman tidak hanya berhenti di gereja, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto