Jawa Pos Radar Madiun - Momentum Hari Buku Nasional (Harbuknas), Minggu (17/5), dimanfaatkan komunitas Madiun Book Party dan Magetan Book Party untuk menggelar diskusi literasi dan kesehatan mental di Aula Tiram Bintang Madiun.
Puluhan peserta dari berbagai daerah di Madiun Raya hadir dalam kegiatan bertema Semua Buku dan Jiwa Dirayakan tersebut.
Penulis asal Kota Madiun Anrico Alamsyah mengatakan, keberadaan komunitas buku memberi ruang baru bagi anak muda yang memiliki minat membaca dan menulis.
Menurut dia, perkembangan komunitas literasi menjadi sinyal positif terhadap budaya membaca di kalangan generasi muda.
“Ternyata banyak teman-teman yang suka membaca buku,” ujarnya.
Anrico menilai literasi tidak hanya bisa dibangun melalui buku, tetapi juga melalui medium lain seperti musik dan lirik lagu.
Dia mengaku beberapa karya novelnya dikembangkan bersama musisi lokal melalui original soundtrack.
“Jadi tidak hanya lewat buku, tapi juga lirik lagu,” katanya.
Sementara itu, Community Coordinator MBP Dede Alien Efansyah menyebut kegiatan tersebut juga mengangkat isu kesehatan mental.
Menurut dia, buku dapat menjadi media refleksi dan self healing bagi pembacanya.
“Nilai-nilai dalam buku bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Dede mengatakan, peserta kegiatan berasal dari Madiun, Magetan, Ponorogo, hingga Ngawi.
Antusiasme peserta dinilai menunjukkan gairah literasi anak muda di wilayah Madiun Raya masih cukup tinggi.
Ke depan, MBP berharap komunitas literasi tidak hanya melahirkan budaya membaca, tetapi juga mendorong generasi muda menghasilkan karya tulis.
“Harapannya teman-teman bisa membuat karya tulis maupun karya ilmiah,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto