Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan DPRD Kota Madiun mendorong percepatan gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat untuk mengejar target zero waste 2027.
Kesadaran warga memilah sampah dari rumah dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan, pemkot harus mulai menjalankan langkah perencanaan secara maksimal agar target penanganan sampah dapat tercapai tepat waktu.
“Harus sudah mulai start dari sekarang,” ujarnya, kemarin (18/5).
Menurut Armaya, pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Masyarakat juga harus terlibat aktif, terutama dalam membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga.
“Pengelolaan sampah itu harus bersama, tidak hanya pemerintah saja,” kata politisi Partai Perindo tersebut.
Dia menjelaskan, gerakan pengelolaan sampah sebenarnya telah dimulai dari tingkat RT dan kini mulai diperluas hingga kelurahan.
Pemerintah disebut tinggal memaksimalkan realisasi program karena dukungan anggaran sudah tersedia.
“Pemkot tinggal memfasilitasi pengelolaannya,” ungkapnya.
Armaya mengakui rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sampah.
Karena itu, seluruh elemen dinilai harus ikut bergerak melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Mulai DPRD, kelurahan, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).
“Semua harus bergerak mengkampanyekan pengelolaan sampah,” tegasnya.
Menurut dia, kelurahan sebagai ujung tombak pemerintahan harus aktif memberikan pemahaman kepada warga terkait pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
Selain itu, keberadaan bank sampah di tiap kelurahan juga perlu dioptimalkan untuk mendukung pengurangan volume sampah.
“Bank-bank sampah di masing-masing kelurahan mesti dioptimalkan,” tandas Armaya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto