Jawa Pos Radar Madiun – Calon jemaah haji (CJH) asal Kota Madiun yang tergabung dalam Kloter SUB 22 mulai menerima gelang menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Gelang tersebut menjadi identitas penting sekaligus akses layanan selama prosesi Armuzna berlangsung.
Ketua Kloter SUB 22 Zainal Arifin mengatakan, pembagian gelang dilakukan usai rapat koordinasi bersama ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom).
“Gelang Armuzna sudah mulai kami bagikan ke jemaah,” ujarnya, Selasa (19/5).
Menurut Zainal, gelang tersebut diterbitkan syarikah dan dilengkapi barcode berisi identitas jemaah.
Mulai nomor paspor, kloter, hingga informasi pemondokan.
Barcode nantinya digunakan untuk akses masuk area Armuzna dan layanan lainnya selama pelaksanaan ibadah haji.
“Barcode itu menunjukkan identitas, pemondokan, dan data jemaah lainnya,” katanya.
Dia menjelaskan, fungsi gelang Armuzna hampir serupa dengan kartu nusuk yang digunakan jemaah untuk akses masuk Masjidilharam.
Karena itu, jemaah diminta menjaga gelang agar tidak hilang maupun rusak.
Gelang Armuzna sendiri didominasi warna putih krem dengan bahan kertas berlapis plastik.
Desainnya dibuat elastis dan dilengkapi pengunci agar menyesuaikan lingkar tangan jemaah.
Selain pembagian gelang, para jemaah dari Kota Madiun juga melakukan pemutakhiran data jemaah yang mengikuti skema murur maupun badal lempar jumrah.
Saat ini jumlah jemaah murur tercatat sebanyak 103 orang beserta pendamping.
“Jumlah murur ini sudah kami serahkan ke syarikah,” ujar Zainal. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto