Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan warga binaan Lapas Pemuda Madiun dipindahkan ke sejumlah lembaga pemasyarakatan lain di Jawa Timur dalam sepekan terakhir.
Total ada 59 narapidana yang dimutasi ke Lapas Tuban, Lapas Surabaya, dan Lapas Narkotika Pamekasan.
Pemindahan dilakukan secara bertahap dengan pengawalan ketat aparat gabungan.
Jumlah terbanyak dipindahkan ke Lapas Narkotika Pamekasan, Madura, yakni 32 warga binaan pada Jumat (15/5).
Selanjutnya, sebanyak 11 warga binaan dipindahkan ke Lapas Surabaya pada Minggu (18/5).
Kemudian 16 warga binaan lainnya dimutasi ke Lapas Tuban pada Selasa (19/5).
Kalapas Pemuda Madiun Rudi Kristiawan mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi deteksi dini sekaligus upaya preventif untuk menjaga kondusivitas lapas.
“Mutasi warga binaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Menurut Rudi, sebagian warga binaan yang dipindahkan diketahui melakukan pelanggaran tata tertib selama menjalani masa pidana di dalam lapas.
Karena itu, pemindahan dilakukan sebagai bentuk ketegasan sekaligus efek jera agar warga binaan lain mematuhi aturan yang berlaku.
“Pemindahan ini merupakan bentuk ketegasan kami terhadap warga binaan yang melakukan pelanggaran,” terangnya.
Sebelum dipindahkan, seluruh warga binaan menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak membawa barang-barang terlarang.
Proses pengeluaran dari blok hunian juga dilakukan saat aktivitas warga binaan berlangsung sehingga dapat disaksikan penghuni lain.
Selain memperkuat pengamanan, langkah tersebut juga bertujuan mengurai kepadatan penghuni lapas yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
“Diharapkan kondisi keamanan dan ketertiban di Lapas Pemuda Madiun tetap terjaga serta proses pembinaan terhadap warga binaan dapat berjalan lebih optimal,” pungkas Rudi. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto