Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun menyiapkan sederet agenda besar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun (HJM).
Mulai jambore nasional Vespa, festival pencak silat, video mapping competition internasional, hingga konser grup band Dewa 19.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan tahun ini mengusung tema “Madiun Berkilau 2026” sebagai turunan program besar “Maju Mendunia”.
“Kami ingin Hari Jadi Kota Madiun tidak hanya seremoni, tapi benar-benar berdampak ke ekonomi dan memperkenalkan Kota Madiun ke luar,” ujarnya, Rabu (20/5).
Rangkaian kegiatan dimulai pada 29 Mei melalui Jambore Nasional Vespa di Stadion Wilis.
Event hasil kolaborasi pemkot dengan komunitas Gagak Rimang Indonesia itu bakal menghadirkan Gus Kautsar dan Duta Sheila on 7.
Selain itu, pemkot juga menyiapkan berbagai agenda olahraga dan hiburan.
Di antaranya turnamen catur nasional, e-sport competition, turnamen basket Wali Kota Cup, tenis meja, military drum band, hingga parade barongsai nusantara yang melibatkan sekitar 40 kelompok barongsai.
Tak hanya itu, kirab budaya pencak silat juga bakal digelar dengan melibatkan 13 perguruan silat di Kota Pendekar.
Menurut Bagus, agenda tersebut menjadi langkah awal memperkuat identitas Kota Madiun sebagai kota budaya pencak silat.
“Kami ingin pencak silat menjadi warisan budaya Kota Madiun,” katanya.
Pemkot juga menghadirkan event kreatif baru berupa lomba cipta kreasi jajanan khas Kota Madiun.
Nantinya, para pemenang bakal difasilitasi untuk mematenkan produk kuliner hasil kreasi mereka.
“Harus benar-benar baru. Tidak boleh meniru daerah lain,” tegasnya.
Di bidang olahraga, pemkot bakal menggelar turnamen tinju Clash of Champions Wali Kota Cup di Alun-Alun Kota Madiun.
Event sengaja digelar di ruang terbuka agar masyarakat bisa menikmati langsung sekaligus menggerakkan ekonomi pedagang kecil dan UMKM sekitar lokasi.
“Kalau kegiatan di dalam GOR, masyarakat tidak bisa menikmati langsung,” ujarnya.
Puncak perayaan HJM ke-108 bakal ditandai dengan video mapping competition bertaraf internasional pada Juli mendatang.
Kompetisi tersebut memanfaatkan perangkat video mapping milik pemkot yang diklaim menjadi salah satu terbaik di Jawa Timur.
“Madiun kota kecil harus berani memperkenalkan keunggulannya ke internasional,” tandas Bagus.
Dia mengakui sebagian besar agenda tahun ini digelar di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi APBD.
Karena itu, pemkot menggandeng event organizer, komunitas, hingga cabang olahraga untuk ikut berkolaborasi menyukseskan perayaan HJM.
“Prinsip saya konsepnya jadi dulu. Alhamdulillah banyak pihak luar yang akhirnya ikut membantu memeriahkan Hari Jadi Kota Madiun,” pungkasnya. (err/her/adv)
Editor : Hengky Ristanto