Jawa Pos Radar Madiun – Kualitas udara di dalam rumah warga Kota Madiun mulai dipantau serius.
Jumat (22/5), petugas dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun turun langsung melakukan surveilans kualitas udara dalam ruang (SKUDR).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Sub Koordinator Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga Dinkes PPKB Kota Madiun Retno Dwi Wahyuni mengatakan pengukuran dilakukan di enam wilayah puskesmas dengan masing-masing 30 sampel rumah tangga.
Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik di dalam rumah. Mulai ruang tamu, ruang tengah, hingga dapur warga.
“Mulai kelurahan dulu pada nilai paling tinggi, setelah terpilih baru dimasukkan aplikasi Kemenkes untuk menentukan RW, RT, dan nama rumah tangga,” ujarnya.
Menurut Retno, pemilihan lokasi survei dilakukan berdasarkan empat indikator utama.
Yakni tingginya angka kasus ISPA, kepadatan penduduk, kedekatan dengan jalur transportasi padat, serta wilayah yang berdekatan dengan kawasan industri maupun rawan kebakaran.
Dalam survei tersebut, petugas memeriksa enam parameter kualitas udara.
Mulai suhu, kelembapan, laju ventilasi, pencahayaan, tingkat kebisingan, hingga partikulat debu PM2.5.
Retno menjelaskan, pengukuran kualitas udara dilakukan dua kali dalam setahun sesuai jadwal Kementerian Kesehatan.
Dia menilai pemantauan kualitas udara penting dilakukan karena sebagian besar aktivitas masyarakat berlangsung di dalam ruangan.
“Langkah proaktif ini berfungsi untuk mencegah penyakit pernapasan dan gangguan kesehatan lainnya,” katanya.
Di sisi lain, Lurah Patihan Anjasmoro mendukung kegiatan tersebut karena wilayahnya berada dekat kawasan industri PG Rejo Agung.
Meski belum ada keluhan serius dari warga, pihaknya tetap mengimbau masyarakat menjaga kesehatan lingkungan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Harapan saya warga tetap menjaga kesehatan terkait lingkungan, terutama anak-anak kalau keluar diharapkan membawa masker,” ujarnya.
Sementara itu, warga Jalan Yos Sudarso Eka Rahayu Agustin menyambut baik pemeriksaan kualitas udara tersebut.
Dia mengaku gangguan kesehatan seperti batuk dan pilek masih kerap dialami anak-anak.
“Keluhannya batuk dan pilek biasanya terjadi anak-anak itu,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto