MAKKAH – Cuaca ekstrem di Makkah mulai menguras kondisi fisik calon jemaah haji (CJH) asal Kota Madiun.
Menjelang puncak ibadah Armuzna, jemaah diminta tidak memforsir tenaga agar tetap bugar saat menjalani rangkaian ibadah haji.
Bahkan, CJH laki-laki diimbau melaksanakan salat Jumat di musala hotel demi menghindari kelelahan akibat suhu panas dan kepadatan di Masjidilharam.
Ketua Kloter SUB 22 Zainal Arifin mengatakan suhu udara di Makkah pada siang hari saat ini mencapai 47 derajat Celsius.
Selain cuaca panas, kondisi Masjidilharam juga semakin padat karena dipenuhi jemaah dari berbagai negara menjelang puncak ibadah haji.
“Terutama CJH laki-laki tadi melakukan salat Jumat di musala hotel,” ujarnya kemarin (22/5).
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan sebanyak 33 CJH Kota Madiun mengikuti skema murur.
Skema tersebut diperuntukkan bagi lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah risiko tinggi beserta pendampingnya.
Dalam skema murur, setelah menjalani wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah atau 26 Mei, jemaah langsung diberangkatkan menuju Mina tanpa berhenti di Muzdalifah.
“Jadi nanti mereka tidak berhenti di Muzdalifah, langsung turun ke Mina,” katanya.
Datik menambahkan, jadwal lontar jumrah juga diatur sedemikian rupa agar jemaah tidak terjebak kepadatan ekstrem pada waktu afdal.
Menurut dia, kepadatan biasanya terjadi setelah salat duha sekitar pukul 09.00 waktu Arab Saudi.
“Nah, kalau waktu afdal itu biasanya ramai,” ujarnya.
Meski tersedia opsi tanazul atau kembali ke hotel, mayoritas CJH Kota Madiun memilih tetap mabit di Mina demi menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Sudah ada kesepakatan, ibadah haji satu kali seumur hidup,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto