Jawa Pos Radar Madiun – Kenaikan sejumlah harga bahan pokok penting (bapokting) di Kota Madiun coba dikendalikan.
Sidak ke pasar tradisional pun dilakukan Dinas Perdagangan Kota Madiun kemarin (25/5).
Analis Perdagangan Ahli Muda Disdag Kota Madiun Tri Prasetyaningrum mengatakan harga cabai rawit saat ini masih bertahan di kisaran Rp 75 ribu per kilogram atau jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 57 ribu per kilogram.
“Khusus cabai rawit memang masih tinggi sejak sepekan terakhir,” ujarnya.
Selain cabai rawit, bawang merah kualitas super juga mengalami kenaikan hingga Rp 45 ribu per kilogram.
Menurut Tri, lonjakan harga dipicu cuaca yang memengaruhi hasil panen serta tingginya permintaan pasar menjelang Idul Adha.
“Untuk bawang merah juga belum memasuki masa panen,” katanya.
Meski begitu, pihaknya memastikan stok kebutuhan pokok seperti beras SPHP dan Minyakita di Pasar Besar Madiun masih aman dan dijual sesuai ketentuan.
Di sisi lain, harga telur ayam ras justru turun menjadi Rp 25–26 ribu per kilogram.
Sedangkan permintaan daging sapi mulai meningkat dengan harga berkisar Rp 110–120 ribu per kilogram.
“Pembelian daging sapi meningkat karena musim hajatan dan pernikahan,” ujar Tri.
Selain di PBM, pengecekan juga dilakukan di ritel modern dan pangkalan LPG.
Hasilnya, stok gas melon disebut masih aman sesuai alokasi distribusi.
Namun, untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan saat Idul Adha, disdag telah mengusulkan tambahan alokasi LPG pada 27–28 Mei mendatang.
“Tambahan masih menunggu penyesuaian dari agen dan kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Tri mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan.
“Masyarakat diharapkan membeli sesuai kebutuhan dan sesuai peruntukan,” harapnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto