Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mulai mengubah pola pembangunan kawasan kota dengan konsep lebih terintegrasi.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) kini diwajibkan terlibat sejak tahap awal agar proyek yang dibangun saling terhubung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, pola baru tersebut diterapkan supaya pembangunan memiliki arah yang jelas sesuai rencana pengembangan kota.
“Sekarang pembangunan tidak bisa hanya satu dinas sendiri. Semua dinas terkait harus tahu arah kawasan itu nanti seperti apa,” ujarnya kemarin (26/5).
Menurut Bagus, seluruh konsep pembangunan wajib dipaparkan lebih dulu agar selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan kebutuhan kawasan yang akan dikembangkan.
Pemkot Madiun saat ini menyiapkan lima kawasan prioritas untuk pembangunan 2026–2027.
Di antaranya kawasan pasar barang bekas Jalan Hayam Wuruk, Pasar Mojorejo, kawasan Proliman Tugu Pendekar, hingga pengembangan kawasan Rimba Mulya.
Kawasan Proliman diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Madiun karena berada di titik lalu lintas paling padat dan strategis.
Sementara itu, kawasan Gor Wilis juga disiapkan menjadi ruang publik baru lengkap dengan fasilitas jogging track dan area aktivitas masyarakat.
“Kami ingin ada kawasan baru supaya wisatawan tidak bosan dan semakin banyak orang datang ke Kota Madiun,” katanya.
Di sisi lain, Plt Kepala DPUPR Kota Madiun Dwi Setyo Nugroho mengatakan pihaknya mulai mematangkan proyek strategis tahun 2027 agar pelaksanaan fisik nantinya bisa langsung berjalan tanpa hambatan perencanaan.
Menurut dia, seluruh tahapan harus dirancang secara detail sejak awal, termasuk penentuan OPD pengusul, pengguna, hingga pengelola kawasan.
“Siapa yang mengusulkan, siapa yang memakai, sampai siapa yang mengelola harus jelas sejak awal,” ujarnya.
Dwi menambahkan, perencanaan proyek strategis 2027 ditargetkan rampung pada akhir 2026 sehingga tahun berikutnya tinggal memasuki tahap pelaksanaan.
“2027 tinggal running pelaksanaan karena perencanaannya sudah selesai lebih dulu,” tandasnya. (err/her/*)
Editor : Hengky Ristanto