Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Musim Kemarau Datang, BPBD Kota Madiun Siapkan Tandon Air dan Mitigasi Kebakaran

Erlita H • Minggu, 31 Mei 2026 | 16:00 WIB
BPBD Kota Madiun menyiapkan tandon air sebagai langkah antisipasi krisis air bersih di wilayah yang berpotensi terdampak musim kemarau. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
BPBD Kota Madiun menyiapkan tandon air sebagai langkah antisipasi krisis air bersih di wilayah yang berpotensi terdampak musim kemarau. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau dan potensi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah memetakan wilayah rawan kekeringan sekaligus mengantisipasi peningkatan kasus kebakaran.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun M. Yusuf Asmadi mengatakan, ancaman kebakaran menjadi salah satu risiko terbesar saat musim kemarau.

Cuaca panas berkepanjangan dan kondisi lahan yang mengering dinilai berpotensi memicu kebakaran di berbagai wilayah kota.

"Dari tahun ke tahun, potensi kebakaran hampir merata di Kota Madiun," ujarnya, Minggu (31/5).

Menurut Yusuf, kejadian kebakaran saat musim kemarau tidak hanya terjadi pada lahan kosong dan semak belukar, tetapi juga kerap merembet ke permukiman warga.

Karena itu, BPBD mulai meningkatkan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi.

Selain ancaman kebakaran, BPBD juga mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau.

Kelurahan Pilangbango dan Kelun menjadi dua kawasan yang masuk dalam pemetaan wilayah rawan kekeringan.

Di wilayah tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah sarana pendukung untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.

Salah satunya melalui penyediaan tandon air dan dukungan distribusi air bersih apabila kondisi kekeringan mulai terjadi.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, BPBD juga memperkuat upaya mitigasi berbasis masyarakat.

Melalui kerja sama dengan pemerintah kelurahan dan tim siaga bencana, BPBD menggelar program pelatihan Keluarga Tangguh Bencana (Katana) guna meningkatkan kapasitas warga dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Pelatihan tersebut mencakup pemahaman mengenai pencegahan, pelaporan kejadian, hingga langkah-langkah evakuasi dan penanganan awal saat terjadi bencana.

"Warga harus memiliki kemampuan dasar menghadapi bencana, mulai pelaporan hingga penanganan awal," kata Yusuf yang juga menjabat Camat Taman.

BPBD juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati selama musim kemarau.

Warga diminta memastikan kompor dan peralatan listrik dalam kondisi aman serta menghindari aktivitas pembakaran sampah yang berpotensi memicu kebakaran.

Menurut Yusuf, berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir, kebakaran rumah maupun kebakaran lahan menjadi jenis kejadian yang paling sering terjadi saat musim kemarau.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kasus paling banyak terjadi saat musim kemarau adalah kebakaran. Baik itu kebakaran rumah maupun semak-semak," ungkapnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kemarau 2026 #bpbd madiun #kebakaran #el nino #kekeringan