Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE di Vihara Giri Bandha Sukhavati, Kota Madiun, berlangsung khidmat, Minggu (31/5).
Selain menggelar puja bakti, umat Buddha juga melepas 200 ekor burung perkutut ke alam bebas sebagai simbol penghormatan terhadap kehidupan dan kebebasan setiap makhluk hidup.
Puluhan umat Buddha mengikuti rangkaian ibadah sejak pagi. Puja bakti dipimpin PMd (Pandita Muda) Samar Sudhano didampingi samanera Balakaru dari Kota Batu, Malang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan paritta suci, meditasi bersama, hingga pelimpahan jasa.
Setelah itu, umat mengikuti prosesi pelepasan burung perkutut yang menjadi salah satu simbol penting dalam peringatan Waisak.
"Pelepasan burung ini melambangkan bahwa setiap makhluk memiliki hak hidup dan kebebasan," ujar Samar.
Sebelumnya, umat Buddha juga mengikuti detik-detik Waisak yang jatuh pada pukul 03.44.44 WIB, bertepatan dengan fase purnama sempurna.
Tahun ini, Sangha Theravada Indonesia mengusung tema Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih Bagi Negeri.
Tema tersebut mengajak umat menerapkan Jalan Mulia Berunsur Delapan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara berpikir, berbicara, hingga bertindak yang benar.
Menurut Samar, nilai-nilai Dhamma sangat relevan diterapkan dalam kehidupan modern, terutama di tengah derasnya arus informasi dan interaksi sosial saat ini.
Dia menekankan pentingnya menjunjung tinggi kejujuran serta menjaga etika dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
"Kejujuran harus menjadi pegangan. Berbicara benar, sopan, dan tidak menyakiti orang lain merupakan bagian dari praktik Dhamma," katanya.
Samar berharap semangat Waisak tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan.
Namun, juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan dan kepedulian kepada sesama.
Menurut dia, nilai kemanusiaan dan kasih sayang dapat diterapkan oleh siapa saja tanpa memandang agama, latar belakang, maupun status sosial.
"Yang akan dibawa manusia bukan harta benda, tetapi perbuatan baik yang dilakukan selama hidup," tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto