Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sempat Sesak Napas di Hotel, Jemaah Haji Asal Kota Madiun Meninggal di Makkah

Erlita H • Minggu, 31 Mei 2026 | 19:00 WIB
Djurianto, jemaah haji asal Kelurahan Manisrejo, Kota Madiun, meninggal dunia di Makkah setelah menyelesaikan rangkaian Armuzna, tawaf ifadah, dan sai. FOTO: ISTIMEWA
Djurianto, jemaah haji asal Kelurahan Manisrejo, Kota Madiun, meninggal dunia di Makkah setelah menyelesaikan rangkaian Armuzna, tawaf ifadah, dan sai. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Kabar duka datang dari Tanah Suci.

Seorang jemaah haji asal Kota Madiun yang tergabung dalam Kloter SUB 22 meninggal dunia setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji utama, termasuk Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), tawaf ifadah, serta sai.

Jemaah tersebut adalah Djurianto, 60, warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Almarhum sebelumnya tercatat sebagai jemaah risiko tinggi (risti) sedang karena memiliki riwayat penyakit diabetes.

Ketua Kloter SUB 22 Zainal Arifin mengatakan, Djurianto sempat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah sebelum kembali ke hotel tempatnya menginap di Makkah.

Namun, sesampainya di kamar hotel, kondisi kesehatannya mendadak menurun.

"Beliau mengalami sesak napas dan tidak sadarkan diri setelah sampai di hotel," ujarnya, Minggu (31/5).

Petugas kesehatan yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan darurat.

Sejumlah dokter bahkan sempat melakukan tindakan medis untuk memacu kembali detak jantung almarhum.

Meski demikian, upaya penyelamatan tidak berhasil.

Djurianto kemudian dirujuk ke King Faisal Hospital, Makkah, dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 14.00 waktu Arab Saudi.

Menurut Zainal, hasil pemeriksaan awal menunjukkan almarhum mengalami kelelahan berat yang memicu gangguan pernapasan hingga berujung henti jantung.

"Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, beliau dinyatakan meninggal dunia," katanya.

Djurianto berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Agus Diyah Rohaina.

Seluruh proses administrasi, penerbitan sertifikat kematian, hingga pemakaman ditangani petugas haji Indonesia bersama pihak syarikah Arab Saudi.

Sesuai rencana, jenazah akan dimakamkan di Makkah setelah terlebih dahulu disalatkan di Masjidilharam.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun Datik Ardiyah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Djurianto.

"Kami sangat berduka dan merasa kehilangan. Semoga almarhum husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT," ujarnya.

Datik juga mengingatkan seluruh jemaah haji, terutama kelompok lansia dan risiko tinggi, agar tidak memaksakan kondisi fisik setelah menjalani rangkaian Armuzna yang menguras tenaga.

Menurut dia, suhu udara di Tanah Suci yang saat ini dapat mencapai 46 derajat Celsius meningkatkan risiko kelelahan dan gangguan kesehatan apabila jemaah kurang beristirahat.

"Jemaah, terutama lansia dan risti, sebaiknya memprioritaskan istirahat sebelum melanjutkan ibadah sunah lainnya agar kondisi tetap terjaga," tuturnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#jemaah haji Madiun #makkah #kota madiun #Haji 2026 #Armuzna