Jawa Pos Radar Madiun – Libur panjang Idul Adha yang berlanjut dengan cuti bersama dan akhir pekan memicu lonjakan mobilitas masyarakat melalui Terminal Tipe A Purboyo Madiun.
Jumlah penumpang tercatat meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Purboyo Ali Imran Hariyadi mengatakan, peningkatan terjadi baik pada kedatangan maupun keberangkatan penumpang selama periode libur panjang.
“Kenaikan penumpang cukup signifikan, dengan tujuan perjalanan masih didominasi Surabaya,” ujarnya, kemarin (31/5).
Berdasarkan data terminal, jumlah penumpang yang datang meningkat hingga 184 persen dibanding periode pembanding.
Sementara itu, angka keberangkatan melonjak lebih tinggi, yakni mencapai 197 persen.
Tak hanya penumpang, pergerakan armada bus juga mengalami peningkatan.
Jumlah bus yang datang maupun berangkat tercatat naik sekitar 144 persen selama masa liburan.
Puncak kedatangan penumpang terjadi pada Selasa (26/5) dengan total 13.366 orang.
Setelah itu jumlah penumpang sempat menurun menjadi 11.090 orang pada Rabu (27/5) dan 8.090 orang saat cuti bersama.
Namun memasuki akhir pekan, mobilitas kembali meningkat. Pada Jumat (30/5), jumlah penumpang tercatat mencapai 10.070 orang.
Dari sisi armada, aktivitas bus juga cukup padat. Tercatat sebanyak 789 bus masuk terminal pada 26 Mei.
Angka tersebut kemudian berturut-turut mencapai 720 bus, 710 bus, 706 bus, dan 725 bus hingga 30 Mei.
Untuk mengantisipasi puncak arus balik, pengelola terminal telah menyiapkan 15 armada bus tambahan.
Armada cadangan tersebut berasal dari bus pariwisata maupun angkutan tidak dalam trayek yang siap dioperasikan apabila terjadi lonjakan penumpang.
“Bus tambahan kami siapkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang pada puncak arus balik libur panjang,” katanya.
Selain menyiapkan armada cadangan, pengawasan operasional terminal dilakukan selama 24 jam.
Seluruh bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP) diwajibkan masuk ke terminal untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Kebijakan tersebut dilakukan guna menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan pengguna jasa transportasi selama periode libur panjang.
“Kami mengimbau masyarakat naik dan turun bus melalui terminal agar perjalanan lebih aman dan nyaman,” tandas Ali. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto