Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Madiun Permak Pasar Templek, Penataan Kuliner Jadi Prioritas

Hengky Ristanto • Senin, 1 Juni 2026 | 06:40 WIB
Pasar Mojorejo atau Pasar Templek di Kota Madiun akan direvitalisasi tahun ini. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Pasar Mojorejo atau Pasar Templek di Kota Madiun akan direvitalisasi tahun ini. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mulai mematangkan sejumlah proyek prioritas yang akan dikerjakan pada 2026.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah revitalisasi Pasar Mojorejo atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pasar Templek.

Proyek tersebut disiapkan dengan anggaran sekitar Rp 400 juta dan saat ini masih dalam tahap pematangan perencanaan sebelum memasuki proses lelang.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Dwi Setyo Nugroho mengatakan, seluruh program pembangunan harus dipastikan matang sejak tahap perencanaan agar tidak menimbulkan persoalan saat pelaksanaan maupun pascapembangunan.

“Pesan Pak Plt Wali Kota jelas, perencanaan harus final sejak awal. Siapa yang mengusulkan, siapa yang menggunakan, dan siapa yang merawat harus jelas sehingga tidak terjadi tumpang tindih antar-OPD,” ujarnya, kemarin (31/5).

Menurut Dwi, revitalisasi Pasar Templek akan difokuskan pada pembenahan wajah kawasan pasar sekaligus peningkatan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung.

Pekerjaan yang direncanakan meliputi penataan fasad dan gapura pasar, penataan pedagang kuliner, serta penambahan area pujasera yang lebih representatif.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas Pasar Templek yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat kuliner legendaris di Kota Madiun.

Selain Pasar Mojorejo, DPUPR juga menyiapkan penyempurnaan Pasar Barang Bekas di kawasan Jalan Hayam Wuruk.

Kawasan tersebut nantinya diproyeksikan menjadi sentra perdagangan barang bekas dan barang antik yang memiliki nilai ekonomi.

“Kalau Pasar Barang Bekas yang ada di dekat rusunawa tersebut sifatnya penyempurnaan bangunan yang sudah ada sehingga bisa dimanfaatkan maksimal,” kata Inug, sapaan akrab Dwi Setyo Nugroho.

Tak hanya fokus pada proyek tahun ini, Pemkot Madiun juga mulai menyusun konsep pembangunan sejumlah kawasan strategis untuk 2027.

Beberapa proyek yang masuk perencanaan antara lain penataan kawasan Proliman Tugu Pendekar, pengembangan sentra PKL dan kuliner di Jalan Rimba Darma, serta penataan kawasan Rimba Mulya di belakang Stadion Wilis.

Khusus kawasan Rimba Mulya, konsep yang disiapkan mengarah pada ruang publik berbasis aktivitas olahraga ringan dengan fasilitas jogging track, jalur pejalan kaki, serta area terbuka yang terintegrasi.

Menurut Inug, proyek revitalisasi yang masuk prioritas 2026 diperkirakan mulai dieksekusi pada Juli hingga Agustus mendatang setelah seluruh proses lelang selesai.

“Harapannya ketika masuk tahap pelaksanaan, konsep yang disusun OPD pengusul dan DPUPR sebagai pelaksana sudah benar-benar klop sehingga pembangunan bisa berjalan optimal,” tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#DPUPR Kota Madiun #kota madiun #pasar templek #revitalisasi pasar #Pasar Mojorejo