Jawa Pos Radar Madiun – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menjadi pekerjaan rumah bagi dunia pendidikan di Kota Madiun.
Capaian siswa pada mata pelajaran Matematika masih jauh tertinggal dibandingkan Bahasa Indonesia.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, rata-rata nilai Matematika jenjang SD hanya mencapai 53,79.
Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan rata-rata nilai Bahasa Indonesia yang mencapai 70,83.
Kondisi serupa juga terjadi di jenjang SMP. Rata-rata nilai Matematika tercatat sebesar 44,34, sedangkan Bahasa Indonesia mencapai 70,51.
Bahkan, nilai terendah yang diperoleh peserta pada sejumlah jenjang tercatat hanya 10,00.
Kepala Dindik Kota Madiun Lismawati mengatakan pelaksanaan TKA tahun ini merupakan penyelenggaraan perdana.
Secara umum pelaksanaan berjalan lancar meskipun sempat diwarnai kendala teknis dari sistem pusat.
“Ada beberapa peserta yang keluar dari sistem sebelum menyelesaikan seluruh soal. Ini menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan berikutnya lebih baik,” ujarnya, kemarin (1/6).
Menurut Lismawati, hasil TKA tidak digunakan sebagai penentu kelulusan siswa.
Nilai tersebut hanya menjadi salah satu komponen dalam seleksi jalur prestasi akademik pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Dalam skema seleksi tersebut, bobot penilaian terdiri atas 60 persen nilai TKA dan 40 persen nilai rapor selama lima semester.
Meski demikian, rendahnya capaian Matematika menjadi perhatian serius Dindik.
Evaluasi akan dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab sekaligus menyusun strategi peningkatan kemampuan akademik siswa.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperbanyak latihan soal serta memperkuat kemampuan literasi peserta didik.
Menurut Lismawati, banyak siswa masih mengalami kesulitan memahami soal yang panjang dan membutuhkan kemampuan membaca, menganalisis, serta menafsirkan informasi sebelum menjawab pertanyaan.
“Literasi menjadi faktor penting karena banyak soal yang menuntut kemampuan memahami konteks terlebih dahulu sebelum menyelesaikan persoalan,” katanya.
Karena TKA baru pertama kali diterapkan, hasil tahun ini belum dapat dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.
Namun, data tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Karena baru pertama kali dilaksanakan, hasil TKA ini belum bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” tegas Lismawati. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto