Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mulai menyiapkan transformasi kawasan strategis perkotaan.
Proliman Joyo diproyeksikan menjadi ikon baru sekaligus etalase identitas Kota Madiun dalam proyek penataan yang direncanakan mulai dikerjakan tahun depan.
Tak hanya Proliman Joyo, paket penataan juga mencakup kawasan Jalan Rimba Darma hingga area belakang GOR Wilis yang selama ini menjadi salah satu koridor penting aktivitas masyarakat.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, kawasan Proliman Joyo dipilih karena menjadi salah satu titik lalu lintas tersibuk sekaligus pintu masuk utama menuju pusat kota.
“Proliman ini sangat penting karena menjadi titik perlintasan paling ramai di Kota Madiun. Di sana nanti akan muncul identitas Kota Madiun,” ujarnya saat gowes bersama, kemarin (2/6).
Menurut Bagus, konsep yang disiapkan tidak hanya berorientasi pada estetika kawasan.
Pemkot ingin menghadirkan ruang publik yang mampu merepresentasikan karakter, sejarah, dan kekuatan identitas Kota Madiun.
Karena itu, sejumlah elemen khas akan diterjemahkan ke dalam desain kawasan.
Mulai identitas Madiun sebagai Kota Pendekar, Kota Pecel, hingga sejarah panjang dunia perkeretaapian yang selama ini menjadi bagian penting perkembangan kota.
“Kami ingin bercerita tentang Madiun. Ada Kota Pendekar, Kota Pecel, juga sejarah kereta api. Semua itu akan diterjemahkan dalam desain kawasan,” jelasnya.
Pemkot juga akan mengintegrasikan keberadaan Gedung Dekranasda yang berada di sekitar Proliman Joyo ke dalam konsep penataan tersebut.
Dengan begitu, kawasan tidak hanya berfungsi sebagai simpul lalu lintas, tetapi juga berkembang menjadi ruang ekonomi kreatif, wisata, dan aktivitas masyarakat.
Bagus menambahkan, saat ini proses perencanaan dan penyusunan konsep masih terus dimatangkan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, proyek penataan ditargetkan mulai dieksekusi pada awal tahun depan.
“Doakan saja awal tahun bisa mulai kami eksekusi,” katanya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto