Jawa Pos Radar Madiun – Kepulangan jemaah haji asal Kota Madiun ke Tanah Air semakin dekat.
Namun, menjelang keberangkatan pulang, kondisi kesehatan sebagian besar jemaah mengalami penurunan akibat cuaca ekstrem yang melanda Arab Saudi.
Keluhan yang paling banyak dialami jemaah adalah batuk dan pilek.
Tim kesehatan pun terus melakukan pemantauan serta memberikan pengobatan agar kondisi para tamu Allah tetap stabil hingga perjalanan pulang.
Ketua Kloter SUB 22 Zainal Arifin mengatakan, petugas kesehatan secara rutin memeriksa kondisi jemaah, terutama kelompok lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti).
"Mayoritas batuk dan pilek. Lansia dan risti kami minta istirahat penuh di hotel agar kondisi tetap prima saat perjalanan pulang," ujarnya, Kamis (4/6).
Dari total 227 jemaah asal Kota Madiun yang berangkat ke Tanah Suci, sebanyak 225 orang dijadwalkan kembali ke Indonesia bersama kloter.
Satu jemaah meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji, sementara satu jemaah lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Jemaah yang masih dirawat tersebut adalah Jetty Trisnogati, 70, warga Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo.
Berdasarkan laporan medis, Jetty mengalami infeksi paru-paru dan telah menjalani perawatan di Dr. Samir Abbas Hospital, Jeddah, sejak 29 Mei lalu.
"Yang bersangkutan berangkat haji dengan didampingi oleh putrinya," jelas Zainal.
Selain memastikan kondisi kesehatan jemaah, petugas kloter juga terus mengingatkan agar seluruh jemaah mematuhi ketentuan penerbangan menjelang kepulangan ke Indonesia.
Salah satu aturan yang kembali disosialisasikan adalah larangan membawa air zam-zam di dalam koper bagasi.
Jemaah diminta mengikuti prosedur yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi dan maskapai penerbangan.
Sebelum meninggalkan Makkah, seluruh jemaah juga diwajibkan melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan sebagai rangkaian akhir ibadah haji sebelum kembali ke Tanah Air.
"Sebelum pulang, seluruh jemaah terlebih dahulu menjalani tawaf wada sebagai ibadah perpisahan dengan Tanah Suci," ungkap Datik. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto