Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Peringati Hari Jadi ke-108, Pemkot Madiun Gelar Khitan Ceria Gratis untuk 120 Anak

Erlita H • Kamis, 4 Juni 2026 | 19:04 WIB
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun memberikan motivasi kepada peserta Khitan Ceria di rumah dinas wali kota, Kamis (4/6). BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun memberikan motivasi kepada peserta Khitan Ceria di rumah dinas wali kota, Kamis (4/6). BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun tidak hanya diisi berbagai hiburan dan kegiatan seremonial.

Pemkot Madiun juga menggelar program sosial berupa Khitan Ceria gratis yang diikuti 120 anak dari berbagai wilayah di Kota Pendekar.

Kegiatan yang berlangsung di rumah dinas wali kota pada Kamis (4/6) tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Madiun, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan lembaga sosial Nurul Hayat.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, khitan menjadi salah satu momen penting dalam kehidupan anak laki-laki.

Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana memberikan motivasi dan semangat kepada para peserta.

"Ini hari yang penting bagi adik-adik. Kami berharap setelah khitan mereka tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang cerah," ujarnya.

Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, seluruh peserta juga menerima bingkisan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan selama menjalani proses pemulihan.

Bagus menegaskan, perhatian terhadap peserta tidak berhenti setelah tindakan medis selesai dilakukan.

Tim kesehatan tetap melakukan pemantauan pascakhitan dan membuka layanan konsultasi apabila peserta mengalami keluhan selama masa pemulihan.

"Apabila ada kendala bisa menghubungi tim medis," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Nurul Hayat Madiun Khoirur Rohman menjelaskan seluruh peserta Khitan Ceria merupakan warga Kota Madiun.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia menerjunkan sekitar 15 hingga 20 tenaga medis.

Menurut dia, metode yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah super ring atau klamp tanpa suntikan.

Teknik tersebut dipilih karena proses tindakan lebih cepat dan dinilai dapat mempercepat masa pemulihan peserta.

"Adapun metode yang digunakan adalah super ring atau klamp tanpa suntikan. Teknik tersebut memungkinkan proses tindakan berlangsung lebih cepat dan mempercepat pemulihan peserta," jelasnya.

Agar anak-anak tidak merasa takut, panitia sengaja mengemas kegiatan dengan konsep Khitan Ceria.

Pendekatan psikologis dilakukan sejak awal sehingga peserta dapat menjalani proses khitan dengan lebih santai dan nyaman.

Khoirur menambahkan, istilah khitan massal sengaja tidak digunakan karena panitia ingin membangun suasana yang lebih menyenangkan bagi peserta.

"Kami tidak menggunakan istilah khitan massal. Kami ingin anak-anak datang dengan perasaan senang dan percaya diri," katanya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#khitan ceria #Hari Jadi Madiun #Nurul Hayat #kota madiun #Pemkot Madiun