Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Petani Kota Madiun Tak Perlu Khawatir Gagal Panen, DKPP Siapkan Asuransi Pertanian

Erlita H • Jumat, 5 Juni 2026 | 15:49 WIB
Petani di Kota Madiun mendapatkan perlindungan asuransi usaha tani untuk mengantisipasi risiko gagal panen akibat kekeringan, banjir, maupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Petani di Kota Madiun mendapatkan perlindungan asuransi usaha tani untuk mengantisipasi risiko gagal panen akibat kekeringan, banjir, maupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman musim kemarau dan fenomena El Nino tidak membuat petani Kota Madiun harus menghadapi risiko gagal panen sendirian.

Pemkot Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) telah menyiapkan perlindungan berupa asuransi usaha tani guna mengantisipasi kerugian akibat kekeringan, banjir, maupun serangan hama.

Program tersebut menjadi salah satu strategi mitigasi yang disiapkan pemerintah untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah potensi cuaca ekstrem tahun ini.

Kabid Pertanian DKPP Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti mengatakan, petani yang mengalami gagal panen akibat dampak cuaca maupun gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT) telah mendapatkan perlindungan melalui program asuransi pertanian.

"Kalau terjadi gagal panen karena kemarau, sudah di-back up melalui asuransi pertanian," ujarnya, Jumat (5/6).

Meski demikian, DKPP tetap mengimbau petani menerapkan pola tanam yang tepat serta memanfaatkan bahan organik untuk menjaga kondisi lahan selama musim kemarau.

Salah satu langkah yang dianjurkan adalah mengembalikan jerami ke area persawahan setelah panen.

Cara tersebut dinilai efektif membantu tanah menyimpan cadangan air lebih lama sehingga tanaman lebih tahan terhadap kondisi kering.

Menurut data DKPP, luas baku sawah di Kota Madiun mencapai 888 hektare.

Selain budidaya padi dan jagung, sejumlah petani juga mengembangkan komoditas hortikultura seperti bawang merah dan melon.

Niken menjelaskan, asuransi usaha tani tidak hanya memberikan perlindungan terhadap risiko kekeringan.

Program tersebut juga mencakup kerugian akibat banjir serta serangan organisme pengganggu tanaman seperti wereng, tikus, jamur, hingga keong.

"Tahun lalu ada klaim asuransi sekitar 5 sampai 10 hektare lahan yang terdampak serangan hama," katanya.

Meski pernah terjadi klaim akibat serangan OPT, kondisi pertanian Kota Madiun tahun ini relatif terkendali.

Hingga memasuki musim tanam saat ini, belum ada laporan gagal panen yang diajukan petani kepada pemerintah.

DKPP menilai keberhasilan pengendalian hama oleh petani menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga produktivitas lahan pertanian tetap stabil.

"Sampai sekarang belum ada klaim gagal panen. Pengendalian OPT oleh petani cukup baik," ungkap Niken. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#petani madiun #asuransi pertanian #dkpp kota madiun #el nino #gagal panen