Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Madiun berlangsung lancar.
Pada hari pertama verifikasi PIN, SMKN 1 Madiun menjadi sekolah dengan jumlah peminat terbanyak.
Lebih dari 200 calon peserta didik tercatat datang untuk mengurus proses verifikasi dan pengambilan PIN, Jumat (5/6).
Tingginya antusiasme masyarakat itu mendapat perhatian langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang melakukan pemantauan pelaksanaan SPMB di sekolah kejuruan unggulan tersebut.
Kepala SMKN 1 Madiun Septa Krisdiyanto mengatakan, jumlah peminat tahun ini berpotensi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski tahapan pendaftaran resmi baru dibuka pada 10 Juni mendatang, masyarakat sudah mulai memadati sekolah sejak proses verifikasi data.
"Untuk hari pertama ini lebih dari 200 siswa melakukan pengambilan PIN dan verifikasi. Kalau melihat progresnya, insyaallah mengalami peningkatan dibanding tahun lalu," ujarnya.
Menurut Septa, kompetensi keahlian Teknik Pemesinan masih menjadi jurusan yang paling banyak diminati calon siswa.
Tingginya minat tersebut dipengaruhi kebutuhan industri yang terus meningkat terhadap tenaga kerja lulusan bidang teknik.
"Yang paling banyak diminati masih Teknik Pemesinan," katanya.
Tahun ini SMKN 1 Madiun membuka kuota sebanyak 648 siswa yang terbagi dalam 18 rombongan belajar (rombel) dan tujuh kompetensi keahlian.
Pihak sekolah optimistis seluruh kuota akan terpenuhi seiring tingginya minat masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan seluruh proses SPMB berjalan tertib dan terukur.
Pemprov Jatim menerapkan sistem penjadwalan verifikasi untuk mencegah penumpukan calon peserta didik di sekolah.
"Proses SPMB semuanya sudah terukur dengan pembatasan tertentu setiap hari. Harapannya tidak ada penumpukan siswa dan tidak ada yang harus menunggu terlalu lama," ujarnya.
Khofifah menjelaskan, peserta yang telah melakukan pendaftaran secara daring akan langsung memperoleh jadwal verifikasi lengkap, mulai tanggal, waktu, hingga lokasi sekolah yang dituju.
Melalui sistem tersebut, proses pelayanan dinilai lebih efektif karena sekolah dapat mengatur jumlah peserta yang datang setiap hari sesuai kapasitas pelayanan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, seluruh tahapan verifikasi berjalan lancar.
Setiap sekolah juga telah menyiapkan operator khusus yang bertugas membantu calon peserta didik selama proses berlangsung.
"Setelah selesai online, mereka sudah mendapatkan kepastian tanggal dan jam verifikasi di sekolah yang dituju. Itu membuat proses berjalan lebih nyaman," katanya.
Hingga saat ini, Pemprov Jawa Timur belum menemukan kendala berarti dalam pelaksanaan SPMB 2026.
Verifikasi dilakukan dengan mencocokkan data nilai yang diunggah peserta secara daring dengan dokumen asli yang dibawa saat proses verifikasi.
"Yang diverifikasi adalah kesesuaian data nilai yang masuk secara online dengan hard copy rapor. Kalau ada perbedaan, yang digunakan adalah dokumen aslinya," tegas Khofifah. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto