Jawa Pos Radar Madiun – Kepulangan jemaah haji asal Kota Madiun tinggal menghitung jam.
Sebanyak 225 jemaah yang tergabung dalam Kloter SUB 22 dijadwalkan tiba kembali di Kota Madiun pada Minggu (7/6) dini hari.
Namun, tidak seluruh jemaah dapat pulang bersama rombongan.
Seorang jemaah asal Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, masih harus menjalani perawatan di Arab Saudi akibat kondisi kesehatannya yang belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh.
Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan, jemaah tersebut bernama Jetty Trisnogati yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Amir Abbas, Jeddah.
Kondisi kesehatan Jetty membuat kepulangannya bersama Kloter SUB 22 belum dapat dipastikan.
Jika belum dinyatakan sehat, yang bersangkutan akan dipulangkan melalui kloter berikutnya setelah mendapatkan izin dari tim medis.
“Kami mohon doa seluruh masyarakat Kota Madiun agar Bu Jetty segera pulih dan bisa kembali ke Tanah Air,” ujarnya, Sabtu (6/6).
Datik menjelaskan, perkembangan kesehatan Jetty terus dipantau oleh petugas haji daerah melalui koordinasi dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) serta tenaga kesehatan yang bertugas di Arab Saudi.
Di tengah persiapan kepulangan, seluruh jemaah juga kembali diingatkan untuk mematuhi aturan penerbangan.
Salah satunya larangan membawa air zam-zam ke dalam koper besar maupun koper kabin karena tidak diperbolehkan oleh maskapai.
Sebanyak lima bus telah disiapkan untuk menjemput rombongan jemaah setibanya di tanah air.
Petugas berharap seluruh jemaah dapat fokus menjaga kondisi kesehatan dan tidak terbebani urusan lain menjelang perjalanan pulang.
“Jemaah kami minta tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan fokus menjaga kesehatan sampai tiba kembali di Madiun,” tutur Datik.
Sementara itu, Ketua Kloter SUB 22 Zainal Arifin memastikan kondisi mayoritas jemaah dalam keadaan baik dan siap menjalani perjalanan panjang menuju Indonesia.
“Alhamdulillah secara umum sehat. Paling ada yang batuk dan pilek. Mohon doanya semoga seluruh proses kepulangan berjalan lancar,” katanya.
Menurut Zainal, tidak ada jemaah asal Kota Madiun yang membutuhkan penanganan medis khusus maupun bantuan oksigen selama berada di Tanah Suci.
Saat ini hanya terdapat satu jemaah yang menggunakan kursi roda, namun kondisi tersebut sudah terjadi sejak keberangkatan dari Indonesia.
Untuk menjaga stamina para jemaah, terutama kelompok lanjut usia dan risiko tinggi (risti), tim kesehatan terus memberikan vitamin serta obat-obatan sesuai kebutuhan.
“Dokter terus memberikan vitamin dan obat-obatan agar kondisi jemaah tetap prima,” ujarnya.
Menjelang keberangkatan, proses penimbangan koper juga telah dilakukan.
Sebagian besar koper jemaah tercatat berada di bawah batas maksimal 32 kilogram yang ditetapkan maskapai.
“Saya kira kepulangan lebih mudah karena aturan yang diterapkan sama seperti saat keberangkatan,” terang Zainal. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto