Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sembilan Pelamar Berebut Kursi Direktur Perumdam Kota Madiun, Empat Kandidat dari Internal

Hengky Ristanto • Senin, 8 Juni 2026 | 09:11 WIB
PROSES SELEKSI: Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun tengah menjaring direktur baru. FOTO: PERUMDAM TIRTA TAMAN SARI
PROSES SELEKSI: Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun tengah menjaring direktur baru. FOTO: PERUMDAM TIRTA TAMAN SARI

Jawa Pos Radar Madiun - Empat pegawai internal Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun ikut bertarung memperebutkan kursi direktur.

Mereka bersaing dengan lima pelamar eksternal dalam seleksi yang resmi ditutup Jumat (5/6).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, empat kandidat internal tersebut adalah Suko Hariyono yang saat ini menjabat kepala bagian langganan dan Kusbianto selaku staf khusus bidang teknik.

Kemudian, Joko Nugroho staf khusus bidang umum, serta Nariyadi yang menjabat kepala bagian perencanaan dan pengembangan.

Persaingan menuju kursi pimpinan perusahaan daerah itu mendapat perhatian DPRD Kota Madiun.

Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono menegaskan, direksi baru tidak cukup hanya memahami urusan teknis penyediaan air bersih.

Menurut dia, Perumdam membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan kuat untuk menggerakkan seluruh organisasi sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan.

’’Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang bisa menyentuh seluruh lapisan organisasi sehingga semua memiliki kontribusi untuk meningkatkan kinerja perusahaan,’’ ujarnya, kemarin (7/6).

Istono menilai peluang bisnis Perumdam Tirta Taman Sari sebenarnya sangat besar.

Sebagian besar warga Kota Madiun telah menjadi pelanggan layanan air bersih perusahaan daerah tersebut.

Namun, besarnya pasar itu dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan keuntungan perusahaan.

’’Keuntungan ada, tetapi belum begitu mencolok. Padahal pangsa pasarnya sudah sangat besar,’’ katanya.

Karena itu, dia mendorong direksi baru menghadirkan terobosan agar perusahaan tidak hanya bergantung pada pendapatan dari penjualan air bersih.

Inovasi produk maupun pengembangan layanan dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya saing perusahaan.

Selain dituntut piawai mengembangkan bisnis, calon direktur juga harus mampu menjaga soliditas internal organisasi.

Istono mengingatkan agar tidak muncul kelompok-kelompok kepentingan yang berpotensi menghambat kinerja perusahaan.

’’BUMD ini jangan sampai seperti kapal yang memiliki dua nahkoda. Semua harus berjalan dalam satu komando dan satu kebijakan,’’ tegas politikus Partai Demokrat tersebut.

Menurut dia, perbedaan pandangan di level manajemen sempat mencuat ke ruang publik dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi itu dinilai tidak sehat bagi perusahaan daerah yang dituntut meningkatkan pelayanan sekaligus memperbesar kontribusi terhadap pendapatan daerah. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#direktur perumdam kota madiun #ISTONO #perumdam tirta taman sari #dprd kota madiun #seleksi direksi BUMD