Jawa Pos Radar Madiun - Duka masih menyelimuti keluarga Djurianto, jemaah haji asal Kota Madiun yang wafat di Tanah Suci usai menunaikan rangkaian ibadah haji.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun pun turun langsung menemui keluarga almarhum untuk memberikan dukungan dan penguatan.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun Datik Ardiyah bersama jajaran mendatangi rumah duka di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Senin (8/6).
’’Kami memberikan semangat kepada keluarga bahwa Pak Djurianto merupakan sosok yang baik dan mendapat kemuliaan karena wafat di Tanah Suci,’’ ujarnya.
Menurut Datik, almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah dan kooperatif selama menjalani proses ibadah haji.
Sejak keberangkatan hingga berada di Arab Saudi, Djurianto disebut selalu mengikuti arahan petugas.
Di tengah suasana duka tersebut, Kemenhaj juga terus memantau kondisi kesehatan Jetty Trisnogati, jemaah asal Kelurahan Klegen yang hingga kini masih menjalani perawatan di Jeddah akibat infeksi paru-paru.
Kabar terbaru yang diterima menunjukkan kondisi Jetty terus membaik.
Bahkan, jemaah tersebut sudah mampu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat dan tidak lagi bergantung pada alat bantu pernapasan.
’’Kami mendapat kabar kondisi Bu Jetty terus membaik. Beliau sudah bisa diajak berkomunikasi dan saat ini telah lepas dari ventilator,’’ kata Datik.
Kemenhaj memastikan pemantauan terhadap kondisi Jetty akan terus dilakukan hingga yang bersangkutan dinyatakan layak terbang dan dipulangkan ke Indonesia.
Bahkan, Kemenhaj Kota Madiun menyatakan siap mendampingi sekaligus menyambut langsung kepulangan jemaah tersebut saat tiba kembali di kampung halaman.
’’Kami akan terus memantau perkembangannya dan Insyaallah ikut menjemput saat beliau dipulangkan ke Madiun,’’ tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto