Jawa Pos Radar Madiun - Kawasan kumuh di Kelurahan Manguharjo segera dibongkar citranya.
Pemprov Jatim menggelontorkan anggaran Rp 7,3 miliar untuk menata kawasan tersebut menjadi lingkungan yang lebih layak huni sekaligus mampu menggerakkan ekonomi warga.
Proyek penataan saat ini memasuki tahap sanggah di tingkat provinsi.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik mulai dikerjakan akhir Juni dan ditargetkan tuntas dalam waktu sekitar lima bulan.
“Sekarang masih proses sanggah di provinsi. Setelah itu masuk tahap pelaksanaan,” ujar Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, kemarin (8/6).
Penanganan kawasan tidak hanya berfokus pada pengurangan wilayah kumuh.
Pemkot Madiun telah menyiapkan konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan Circular Market, Kampung Bakmi, ruang terbuka hijau (RTH), hingga fasilitas pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Bagus menegaskan setiap fasilitas yang dibangun harus mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar.
Karena itu, ruang terbuka hijau yang dibangun tidak hanya difungsikan sebagai area penghijauan, tetapi juga dirancang menjadi pusat aktivitas warga dengan dukungan area pedagang kaki lima dan kantong parkir.
“RTH ini harus berdampak ekonomi. Nanti disiapkan area PKL dan kantong parkir sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kabid Perumahan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jawa Timur Firta Riyanti Dewi Kurnia Sari mengatakan, program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas kawasan permukiman sekaligus menghapus kesan kumuh yang selama ini melekat.
“Yang disentuh jalan lingkungan, drainase, RTH, beautifikasi, termasuk TPS3R,” ujarnya.
Dalam proyek tersebut, pemerintah akan membangun paving lingkungan sepanjang 1.893 meter, memperbaiki drainase sekitar dua kilometer, membangun ruang terbuka hijau, TPS3R, serta melakukan penataan kawasan melalui program beautifikasi.
Firta menilai pembangunan infrastruktur tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Selain menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman, penataan kawasan juga diharapkan mampu memunculkan aktivitas ekonomi baru.
“Kalau kawasan kumuh sudah tertata, masyarakat akan lebih nyaman tinggal di sana. Dampaknya juga bisa membantu meningkatkan perekonomian warga,” tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto