Jawa Pos Radar Madiun - Pemkot Madiun mulai bergerak membenahi ruang publik dan pusat ekonomi rakyat.
Setelah membersihkan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) Janoko, giliran Pasar Mojorejo atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Templek masuk agenda penataan tahun ini.
Pemkot memastikan revitalisasi pasar tidak akan menggeser pedagang dari lokasi berjualan mereka.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan penataan diawali dari kawasan Janoko yang telah dibersihkan melalui kerja bakti bersama warga dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Langkah berikutnya, pemerintah akan mengajak masyarakat menentukan fungsi dan pemanfaatan ruang publik tersebut agar sesuai kebutuhan warga sekitar.
“Setelah dibersihkan, kami ingin memastikan fasum itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Nanti warga akan kami libatkan untuk menentukan kebutuhan yang paling sesuai,” ujarnya kemarin (9/6).
Menurut Bagus, kawasan tersebut berpotensi menjadi ruang aktivitas masyarakat, mulai olahraga, kegiatan sosial, hingga berbagai aktivitas komunitas lainnya.
Karena itu, konsep pengembangannya akan disusun berdasarkan aspirasi warga agar keberadaan fasilitas umum benar-benar memberikan manfaat maksimal.
Sementara itu, perhatian pemkot juga tertuju pada Pasar Mojorejo yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi warga.
Namun, revitalisasi yang dilakukan tidak berfokus pada pembangunan fisik bangunan pasar secara besar-besaran.
Pemkot lebih menitikberatkan pembenahan lingkungan agar kawasan pasar terlihat lebih tertata dan nyaman.
“Yang kami tata adalah lingkungannya. Bagaimana pasar terlihat lebih bersih, saluran air lebih tertata, dan pengunjung merasa nyaman saat datang ke sini,” katanya.
Bagus menegaskan para pedagang tidak perlu khawatir kehilangan tempat usaha.
Sebab, tidak ada rencana relokasi selama proses penataan berlangsung.
Aktivitas perdagangan tetap berjalan normal sembari pekerjaan pembenahan lingkungan dilakukan secara bertahap.
“Tidak ada relokasi. Pedagang tetap berjualan di sini. Yang diperbaiki lingkungan dan fasilitas pendukungnya supaya lebih nyaman,” tegasnya.
Selain area pasar utama, penataan juga menyasar sentra kuliner dan kawasan barang antik yang selama ini menjadi daya tarik khas Pasar Mojorejo.
Pemkot berharap wajah baru pasar mampu meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus mendongkrak omzet pedagang lokal.
“Kalau lingkungannya bersih dan nyaman, orang datang ke pasar juga lebih betah,” tandas Bagus. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto