Jawa Pos Radar Madiun – Kepulan asap mendadak membumbung dari sebuah rumah di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Rabu petang (10/6).
Dalam hitungan menit, dapur rumah milik Sri Hartatik, 60, dilalap si jago merah hingga membuat warga sekitar panik.
Kobaran api bahkan sempat disertai suara ledakan yang terdengar dari lokasi kejadian.
Beruntung, respons cepat warga dan petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain di kawasan permukiman tersebut.
Sri Hartatik mengaku sebelum kejadian baru selesai menggoreng kerupuk di dapur.
Dia kemudian masuk ke ruang tengah untuk beristirahat sambil memainkan telepon genggam.
“Saya habis goreng kerupuk. Setelah itu ke ruang tengah main HP. Tiba-tiba lihat ke dapur, api sudah besar,” ujarnya.
Menyadari terjadi kebakaran, korban langsung mematikan aliran listrik dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Namun api telanjur membesar dan membakar berbagai barang yang berada di area dapur.
Sejumlah perabot rumah tangga ikut hangus, mulai lemari, gerabah, sepeda ontel, mesin cuci hingga tabung gas yang berada di lokasi.
Warga sekitar berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan air yang diambil dari aliran sungai di dekat rumah korban.
Langkah cepat tersebut membantu memperlambat penyebaran api sebelum petugas tiba di lokasi.
Kasatpol PP dan Damkar Kota Madiun Agus Purwo Widagdo mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 17.45 WIB.
Tim gabungan bergerak cepat dan tiba kurang dari 10 menit setelah laporan masuk.
“Alhamdulillah api berhasil dikendalikan dan tidak sampai merembet ke bangunan lain,” katanya.
Menurut Agus, respons cepat warga dan petugas menjadi faktor penting yang membuat kebakaran tidak berkembang lebih besar.
Meski demikian, bagian dapur rumah mengalami kerusakan cukup parah akibat dilalap api.
Pihaknya kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kompor maupun peralatan memasak di rumah.
“Sebelum meninggalkan dapur, pastikan kompor benar-benar sudah mati agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto