Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Madiun Gelar Ngunduh Mantu Massal, Jadi Panggung Budaya dan Etalase MUA

Erlita H • Kamis, 11 Juni 2026 | 01:00 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Delapan pasangan pengantin mengikuti prosesi ngunduh mantu massal di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, kemarin (10/6). FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN
LESTARIKAN BUDAYA: Delapan pasangan pengantin mengikuti prosesi ngunduh mantu massal di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, kemarin (10/6). FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Rumah Dinas Wali Kota Madiun menjelma menjadi panggung budaya Jawa, kemarin (10/6).

Delapan pasangan pengantin tampil dalam prosesi ngunduh mantu massal yang digelar Pemkot Madiun sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

Kegiatan tersebut melibatkan puluhan pelaku seni, budayawan, hingga jasa tata rias pengantin.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, acara itu juga menjadi ruang promosi bagi para pelaku ekonomi kreatif Kota Madiun.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun Pekik Hari Prasetiyo mengatakan, konsep kegiatan tahun ini lebih difokuskan pada pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Jawa.

“Penggiat MUA, budayawan, dan seniman merupakan bagian dari ekosistem ekonomi kreatif Kota Madiun yang harus terus diberdayakan,” ujarnya.

Sebanyak 18 make up artist (MUA) ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Mereka menampilkan kemampuan merias pengantin dengan pakem Solo Putri yang dinilai berdasarkan teknik tata rias, ketepatan paes, kreativitas busana, hingga penggunaan aksesori.

Menurut Pekik, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana nguri-uri budaya Jawa, tetapi juga wadah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa pernikahan.

“Harapannya kualitas karya para MUA terus meningkat sehingga mampu menggerakkan ekonomi kreatif daerah,” katanya.

Persaingan antarperias berlangsung ketat.

Namun, Widarti dari Mataram Salon berhasil meraih juara pertama dan mengungguli peserta dari sejumlah salon ternama di Kota Madiun.

Perias asal Kelurahan Ngegong itu mengaku tidak menyangka mampu menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut.

“Saya hanya berbekal kecintaan terhadap budaya Jawa. Selama masih mampu, saya akan terus menggeluti bidang ini,” ungkapnya.

Menurut Widarti, mempertahankan pakem rias pengantin Jawa menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya yang harus terus dijaga.

Karena itu, dia berharap generasi muda tetap mencintai budaya lokal dan tidak meninggalkan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

“Saya berharap generasi muda terus memperjuangkan budaya bangsa, khususnya budaya Jawa yang ada di Madiun,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Ngunduh Mantu Massal #MUA Kota Madiun #ekonomi kreatif madiun #budaya jawa #kota madiun