Jawa Pos Radar Madiun – Pengamanan rangkaian kegiatan Bulan Sura di Kota Madiun diperketat.
Sebanyak 979 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal agenda Suroan hingga Suran Agung yang diperkirakan dihadiri puluhan ribu peserta.
Kesiapan pengamanan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Forkopimda Kota Madiun bersama perguruan pencak silat dan sejumlah pemangku kepentingan di Graha Krida Praja, kemarin (11/6).
Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto mengatakan seluruh kegiatan selama Bulan Sura masuk kategori perhatian khusus.
Selain jumlah peserta yang besar, aparat juga melakukan evaluasi terhadap dua insiden konflik yang terjadi sepanjang tahun ini.
“Pada 2024 dan 2025 nihil kejadian. Tahun 2022 ada tiga kejadian dan tahun 2023 ada empat kejadian,” ujarnya.
Menurut Wiwin, strategi pengamanan dilakukan melalui deteksi dini, patroli preventif, operasi penyakit masyarakat, hingga pemantauan berbasis CCTV yang telah terpasang di sejumlah titik strategis di Kota Pendekar.
Personel yang diterjunkan berasal dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Damkar, hingga petugas keamanan internal perguruan pencak silat.
Agenda terbesar yang menjadi fokus pengamanan adalah Suran Agung pada 28 Juni mendatang.
Kegiatan tersebut diperkirakan diikuti sekitar 40 ribu peserta dari berbagai daerah.
Selain Suran Agung, aparat juga akan mengawal sejumlah agenda lain selama Bulan Sura, yakni:
Tirakatan Bulan Sura, 15 Juni (200 peserta)
Pengesahan Warga Tingkat I PSHT Pusat Madiun, 16 Juni (2.885 peserta)
Kirab Pusaka, 25 Juni (123 peserta)
Pengesahan OCC Pangastuti, 11 Juli (180 peserta)
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun meminta seluruh elemen masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Kami berharap seluruh stakeholder dapat bersama-sama menjaga Kota Madiun tetap aman dan kondusif,” katanya.
Pemkot bersama aparat keamanan juga menyiapkan langkah antisipasi melalui patroli, monitoring real time, serta penguatan koordinasi lintas instansi.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Madiun telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan sejumlah pos pengamanan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama kegiatan berlangsung.
Di sisi lain, Pemkot Madiun berencana menggelar Kirab Pusaka pada 25 Juni dengan melibatkan seluruh perguruan pencak silat.
Agenda tersebut diproyeksikan menjadi embrio kegiatan budaya tahunan berskala lebih besar.
“Jika percobaan ini berhasil, tahun depan bisa dikembangkan menjadi agenda budaya yang melibatkan masyarakat dari luar Kota Madiun,” ujar Bagus. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto