Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ulfa Mumtaza Bawa Batik Madura ke Melbourne, Tampil Memukau di Indonesia Modest Fashion Week 2026

Erlita H • Jumat, 12 Juni 2026 | 09:50 WIB
MENDUNIA: Desainer asal Madiun, Ulfa Mumtaza, menampilkan koleksi Sailing Heritage berbahan Batik Madura dalam ajang Indonesia Modest Fashion Week Melbourne 2026 di Federation Square, Australia. FOTO: ISTIMEWA
MENDUNIA: Desainer asal Madiun, Ulfa Mumtaza, menampilkan koleksi Sailing Heritage berbahan Batik Madura dalam ajang Indonesia Modest Fashion Week Melbourne 2026 di Federation Square, Australia. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Karya desainer asal Madiun, Ulfa Mumtaza, kembali menembus panggung internasional.

Melalui ajang Indonesia Modest Fashion Week Melbourne (IMFWM) 2026, Ulfa memperkenalkan keindahan Batik Madura kepada masyarakat dunia di Federation Square, Melbourne, Australia.

Dalam acara yang berlangsung pada 22–26 Mei 2026 tersebut, Ulfa menampilkan koleksi bertajuk Sailing Heritage.

Koleksi itu menjadi representasi perjalanan budaya Indonesia yang berlayar dari Madura menuju panggung global melalui sentuhan fesyen modern.

“Filosofi saya sederhana, ingin membawa batik agar semakin dicintai dan dikenal dunia,” ujarnya.

Koleksi Sailing Heritage memadukan Batik Madura dengan kain jacquard dan berbagai material premium.

Ulfa memilih siluet outer serta long coat yang disesuaikan dengan karakter iklim Australia, sehingga tetap fungsional sekaligus elegan.

Motif ombak menjadi elemen utama dalam setiap rancangan.

Motif tersebut melambangkan perjalanan budaya yang dinamis, berkembang, dan mampu beradaptasi di berbagai belahan dunia.

Nuansa warna cokelat tua, hijau tua, dan biru navy mendominasi koleksi tersebut.

Sentuhan bordir emas serta aksen lurik semakin memperkuat kesan mewah tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia yang menjadi ruh utama desainnya.

Penampilan Ulfa mendapat perhatian besar dari pengunjung yang memadati lokasi acara.

Sejumlah pejabat, diaspora Indonesia, hingga pecinta fesyen internasional turut menyaksikan peragaan busana tersebut.

Salah satunya Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo.

Tidak hanya menampilkan karya di atas runway, Ulfa juga ikut mempromosikan produknya secara langsung melalui stan pameran yang dibuka selama empat hari di kawasan Little Collins Street, Melbourne.

IMFWM 2026 sendiri tidak sekadar menghadirkan peragaan busana.

Agenda tersebut juga dikemas dalam festival budaya Indonesia yang menampilkan kesenian Reog, kuliner nusantara, hingga berbagai produk UMKM dari tanah air.

Meski telah beberapa kali mengikuti agenda internasional, Ulfa mengaku pengalaman di Melbourne memberikan kesan berbeda.

Para desainer tidak hanya mendapat kesempatan tampil di panggung fesyen, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat internasional.

“Ini pengalaman luar biasa karena rangkaian acaranya tidak hanya fashion show, tetapi juga festival dan pameran,” katanya.

Di balik keberhasilannya tampil di Australia, Ulfa menghadapi sejumlah tantangan.

Dia harus membawa sendiri koleksi dan perlengkapan seberat sekitar 60 kilogram.

Selain itu, proses pengurusan visa menjadi kendala yang membuat beberapa desainer Indonesia batal berangkat.

Beruntung, visa miliknya terbit hanya dalam waktu tiga hari sehingga seluruh persiapan dapat berjalan sesuai jadwal.

Untuk tampil di Melbourne, Ulfa menyiapkan delapan rancangan baru yang dikerjakan dalam kurun waktu sekitar satu bulan.

Pada IMFWM 2026, Jawa Timur mengirimkan lima desainer sebagai wakil daerah.

Sementara peserta lainnya berasal dari Jakarta dan Yogyakarta.

Perjalanan Ulfa di panggung fesyen nasional dan internasional pun belum berhenti.

Setelah sukses di Melbourne, dia dijadwalkan tampil dalam Indonesia Fashion Week bersama Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Timur pada akhir Juli mendatang.

Selanjutnya, Ulfa juga akan mengikuti agenda peragaan busana di Bali pada Oktober 2026. (err/her/*)

Editor : Hengky Ristanto
#Batik Madura #Indonesia Modest Fashion Week #Melbourne Australia #desainer madiun #Ulfa Mumtaza