Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun resmi memiliki motor baru penggerak sport tourism.
Kehadiran Pandawa Social Sport tidak hanya menambah pilihan fasilitas olahraga modern, tetapi juga diproyeksikan menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, keberadaan Pandawa Social Sport sejalan dengan visi Pemkot Madiun yang tengah mendorong pengembangan wisata berbasis olahraga.
“Saya mewakili Pemerintah Kota Madiun merasa bahagia akhirnya Kota Madiun punya sport tourism baru, Pandawa Social Sport,” ujarnya, Sabtu (13/6).
Saat ini Pandawa Social Sport telah menyediakan tiga cabang olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pengelola bahkan masih menyiapkan pengembangan kawasan dengan menambah dua cabang olahraga baru di lahan yang masih tersedia.
Menurut Bagus, kehadiran fasilitas olahraga tersebut berpotensi menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah.
Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor olahraga, tetapi juga sektor ekonomi pendukung seperti kuliner, perhotelan, hingga jasa lainnya.
“Harapannya dengan adanya Pandawa Social Sport ini nanti banyak orang luar kota datang ke Madiun. Dampaknya tentu ke ekonomi,” katanya.
Selain menjadi destinasi wisata olahraga, Pandawa Social Sport juga diharapkan menjadi pusat lahirnya atlet-atlet berprestasi.
Harapan itu semakin kuat setelah bersamaan dengan peresmian fasilitas tersebut, Persatuan Padel Indonesia (PBPI) Kota Madiun resmi terbentuk.
Ketua PBPI Kota Madiun Yoga Adhi Wicaksananto menegaskan organisasi yang dipimpinnya tidak ingin sekadar mengenalkan olahraga padel kepada masyarakat.
PBPI langsung memasang target mencetak atlet yang mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.
“PR kami adalah menciptakan atlet-atlet berprestasi untuk dikirim ke kejuaraan tingkat Jawa Timur. Harapannya bisa berlanjut sampai PON,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, PBPI Kota Madiun akan menjalankan program Padel Go To School.
Program tersebut difokuskan untuk memperkenalkan olahraga padel kepada pelajar sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial sejak usia dini.
Menurut Yoga, regenerasi atlet menjadi kunci utama apabila Kota Madiun ingin memiliki atlet padel yang mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan resmi.
“Regenerasi itu penting. Karena itu kami akan mengenalkan padel dari sekolah-sekolah terlebih dahulu,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada pembinaan atlet, PBPI juga berencana memperluas akses masyarakat terhadap olahraga padel.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggandeng pengelola fasilitas olahraga dan pelaku usaha untuk menyediakan berbagai program promosi, termasuk voucher bermain bagi pelajar.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat popularitas padel di Kota Madiun sekaligus memperluas basis atlet di masa mendatang.
“Kami ingin padel bisa dijangkau semua kalangan dan semakin dikenal masyarakat,” tandas Yoga. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto