Jawa Pos Radar Madiun – Turnamen Tenis Meja Wali Kota Cup 2026 menjadi magnet bagi atlet-atlet muda dan penghobi dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sebanyak 384 peserta ambil bagian dalam kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 Kota Madiun tersebut.
Ajang yang berlangsung pada 13-14 Juni itu tidak hanya menjadi arena persaingan meraih prestasi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana penjaringan atlet potensial untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Madiun, Istono, mengatakan peserta yang mengikuti turnamen terbagi dalam dua kategori.
Yakni kelompok usia 10-18 tahun sebanyak 214 atlet dan kategori penghobi yang diikuti 170 peserta.
Menurutnya, hasil kejuaraan akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pemetaan atlet-atlet berbakat yang layak mendapatkan pembinaan jangka panjang.
“Dari hasil ini bibit-bibit unggul yang nanti kami jaring akan terus dilakukan pembinaan sebagai persiapan Porprov 2027,” ujarnya, Sabtu (13/6).
PTMSI Kota Madiun, lanjut Istono, berkomitmen membangun kekuatan dari atlet daerah sendiri.
Karena itu, pihaknya menegaskan tidak akan mengandalkan atlet dari luar daerah untuk mendongkrak prestasi pada ajang mendatang.
“Haram hukumnya kalau sampai nanti pemain beli dari luar daerah. Kita harus menggali potensi yang muncul dari daerah sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dalam turnamen tersebut.
Dia menilai geliat olahraga di Kota Madiun semakin meningkat seiring aktifnya berbagai cabang olahraga dalam menggelar kompetisi dan program pembinaan.
Menurut Bagus, kebijakan pemanfaatan fasilitas olahraga secara gratis turut mendorong semangat pengurus cabang olahraga untuk lebih aktif mengembangkan potensi atlet di daerah.
“Ini membuktikan pengurus cabang olahraga di Kota Madiun sudah mulai bersemangat membangun ekosistem olahraga di masing-masing cabor,” katanya.
Selain menjadi sarana pembinaan atlet, Bagus menilai kejuaraan olahraga juga memberikan dampak positif bagi promosi daerah.
Kehadiran peserta dan pendamping dari berbagai daerah dinilai mampu memperkenalkan Kota Madiun kepada masyarakat luar.
“Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan Kota Madiun, baik dari sisi wisata maupun keramahannya,” ujarnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto