Jawa Pos Radar Madiun - Demam Piala Dunia 2026 mulai menjalar ke Kota Madiun.
Di tengah gegap gempita turnamen sepak bola terbesar dunia yang mulai bergulir, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun terang-terangan menjagokan Spanyol sebagai kandidat kuat peraih gelar juara.
Meski demikian, orang nomor satu di Pemkot Madiun itu mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar tidak terlena mengikuti pertandingan hingga mengganggu pekerjaan dan pelayanan publik.
Bagus mengaku sudah lama menyukai gaya permainan tim berjuluk La Furia Roja tersebut.
Menurut dia, karakter permainan Spanyol yang atraktif menjadi alasan utama menjatuhkan pilihan kepada tim Matador.
“Ya, karena (gaya) mainnya bagus kayak gitar Spanyol,” ujarnya, Minggu (14/6).
Pada Piala Dunia 2026, Spanyol menjalani penampilan ke-17 sepanjang sejarah keikutsertaannya di ajang tersebut.
Tim asuhan Luis de la Fuente tergabung di Grup H bersama Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay.
Dengan materi pemain muda dan senior yang dinilai solid, Spanyol masuk dalam daftar tim unggulan untuk melangkah jauh hingga fase gugur.
Nama-nama seperti Lamine Yamal menjadi sorotan karena diharapkan mampu membawa tim Matador kembali bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.
Namun di balik antusiasmenya terhadap sepak bola, Bagus mengingatkan ASN tetap menempatkan tugas pelayanan masyarakat sebagai prioritas utama.
Menurut dia, jadwal pertandingan yang sebagian berlangsung pada jam-jam tertentu di Indonesia berpotensi mengganggu produktivitas apabila tidak disikapi secara bijak.
Karena itu, dia meminta ASN tidak mengorbankan pekerjaan hanya demi mengikuti pertandingan secara langsung.
“Kalau bisa ya lihat hasilnya saja, pertandingannya nggak usah ditonton,” tuturnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto