Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Perankan Prabu Asmawikana, Camat Taman Ngaku Sempat Gugup Saat Main Ketoprak

Erlita H • Minggu, 14 Juni 2026 | 21:00 WIB
TAMPIL DI PANGGUNG: Camat Taman M. Yusuf Asmadi memerankan tokoh Prabu Asmawikana dalam pagelaran ketoprak Joko Kendil di Ruang Aspirasi DPRD Kota Madiun. FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN
TAMPIL DI PANGGUNG: Camat Taman M. Yusuf Asmadi memerankan tokoh Prabu Asmawikana dalam pagelaran ketoprak Joko Kendil di Ruang Aspirasi DPRD Kota Madiun. FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pagelaran ketoprak dengan lakon Joko Kendil yang digelar di Ruang Aspirasi DPRD Kota Madiun, Sabtu malam (13/6), menghadirkan suasana berbeda.

Salah satu tokoh utama dalam pertunjukan tersebut ternyata diperankan langsung oleh Camat Taman M. Yusuf Asmadi.

Dalam pementasan hasil kolaborasi kelompok Ketoprak Puro Budoyo, Kecamatan Taman, Kelurahan Pandean, pelajar SMAN 4 Kota Madiun, serta para pegiat seni budaya itu, Yusuf memerankan tokoh Prabu Asmawikana, ayah dari Joko Kendil.

Sorak penonton langsung pecah ketika tokoh raja tersebut memasuki panggung.

Penampilan Yusuf pun mendapat perhatian khusus dari masyarakat yang memadati area pertunjukan.

Yusuf mengaku sempat merasa gugup sebelum tampil.

Sebab, kesehariannya lebih banyak dihabiskan dalam aktivitas pemerintahan dibanding berdialog di atas panggung seni tradisional.

“Awalnya tentu gugup. Tapi setelah naik panggung dan mulai berdialog, rasa gugup itu hilang. Malah jadi ketagihan,” ujarnya.

Sebelum tampil, Yusuf menjalani latihan intensif selama hampir satu bulan bersama para pemain lainnya.

Ia mendalami karakter Prabu Asmawikana yang digambarkan sebagai seorang raja sekaligus ayah Joko Kendil dengan karakter yang tidak sepenuhnya baik.

Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam bagi Yusuf.

Ia mengaku semakin memahami perjuangan para pelaku seni yang selama ini berupaya mempertahankan eksistensi ketoprak di tengah gempuran hiburan modern.

“Setelah ikut terlibat, saya jadi lebih memahami dedikasi para pekerja seni budaya. Mereka luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun memberikan apresiasi terhadap kualitas pertunjukan yang ditampilkan para seniman dan pemain ketoprak.

Menurutnya, kawasan depan DPRD Kota Madiun yang berada di wilayah Kecamatan Taman memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang pertunjukan budaya terbuka bagi masyarakat.

“Apik tenan (bagus sekali). Semuanya sudah muncul dan penampilannya luar biasa,” ujarnya.

Pemkot Madiun bahkan berencana menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat aktivitas seni dan budaya yang dapat dimanfaatkan komunitas kreatif secara berkelanjutan.

Selain menjadi ruang ekspresi seniman, kegiatan budaya juga diyakini mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.

Gaung pelestarian budaya itu akan berlanjut pada 28 Juni mendatang melalui pagelaran wayang yang melibatkan 17 dalang cilik dari jenjang SD dan SMP.

Bagus menegaskan, pemerintah berkomitmen menjadikan kegiatan budaya sebagai agenda rutin sekaligus memperluas ruang bagi seniman lokal untuk terus berkarya.

“Kami akan terus mengangkat potensi lokal. Seniman dan pelaku budaya Kota Madiun harus menjadi jagoan utama serta mendapatkan ruang untuk berkarya,” tegasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Ketoprak Joko Kendil #Camat Taman #Yusuf Asmadi #Ketoprak Puro Budoyo #Budaya Kota Madiun