Jawa Pos Radar Madiun – Perebutan kursi Direktur Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun memasuki babak baru.
Lima kandidat dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK) sebagai tahapan berikutnya.
Dari lima nama yang lolos, tiga di antaranya merupakan orang dalam atau kalangan internal Perumdam Tirta Taman Sari.
Mereka adalah Joko Nugroho, Sukoharjono, dan Kusbianto. Sementara dua kandidat lainnya berasal dari eksternal, yakni Igus Winiar dan Jamaluddin.
Seleksi tersebut menjadi bagian dari proses pencarian pimpinan baru perusahaan daerah air minum milik Pemkot Madiun.
Direksi baru dijadwalkan mulai bertugas setelah masa jabatan sebelumnya berakhir pada 14 Juli mendatang.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Karena itu, masyarakat diminta menunggu hasil proses yang saat ini masih berjalan.
“Biar berjalan saja, semuanya kan terbuka,” ujarnya, Minggu (14/6).
Menurut Bagus, sosok direktur yang terpilih nantinya harus memahami kondisi internal perusahaan sekaligus mampu membawa Perumdam Tirta Taman Sari menjadi badan usaha milik daerah (BUMD) yang semakin profesional.
Tantangan yang dihadapi perumdam, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan perusahaan.
Namun juga menyangkut kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai pelanggan utama.
“Yang penting harus tahu bagaimana kondisi perumdam dan apa yang menjadi tugasnya. Yang penting bagaimana perumdam terus menjadi BUMD yang profesional,” katanya.
Bagus berharap direktur baru mampu melahirkan berbagai inovasi untuk memperkuat kinerja perusahaan.
Sebab, Perumdam tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan bagi daerah, tetapi juga menjalankan fungsi pelayanan publik yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Harapannya banyak program inovasi,” tegasnya.
Menurut dia, setiap kebijakan yang diambil manajemen perumdam akan berpengaruh terhadap pelayanan air bersih bagi warga Kota Madiun.
Karena itu, keseimbangan antara orientasi bisnis dan fungsi sosial harus menjadi perhatian utama pimpinan yang terpilih.
“Selain bisnis, perumdam juga memiliki fungsi sosial karena selalu berdampak kepada masyarakat,” pungkas Bagus. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto